Halaman Demi Halaman
Buku apa yang kamu gemari? Halaman buku mana yang kamu sukai? Bagaimana suatu halaman tersebut, dapat merepresentasikan isi buku keseluruhan? Bisa kah?
Lantas jika hanya membaca satu halaman buku Perawan Remaja pada Cengkeraman Militer karangan Pramoedya Ananta Toer,

dengan kisah manis Pemerintahan Balatentara Pendudukan Dai Nippon yang memberikan fasilitas janji belajar kepada anak perempuan Indonesia di Tokyo dan Shonanto, apakah kamu tahu apabila pada halaman selanjutnya, dikisahkan bahwa perempuan Indonesia ditipu dan dijadikan budak seks tentara Jepang? Fasilitas janji belajar yang diingkari.
Halaman demi halaman, anak perempuan Indonesia merasa kesakitan, bengkak, lebam, disiksa, dipaksa melayani, dan malu. Halaman demi halaman, mereka ditelantarkan di Pulau Buro begitu saja setelah Jepang menyerah di tahun 1945. Setelah halaman demi halaman membaca lebih dalam, mencari kebenaran.
Manusia adalah buku. Saling mengetahui dan saling mengerti akan halaman-halaman yang dibaca. Halaman-halaman yang belum jadi buku namun tidak sempurna meski manusia diciptakan dengan keadaan sempurna. Sebuah keputusan diri, akan kah membaca sampai habis atau justru terhenti. Sebuah keputusan diri, darimana melihat sisi suatu hal. Akankah menimbulkan kebencian, atau membaca lebih banyak, untuk menemukan kebahagiaan.
hate is easy, love takes courage

Pada halaman sebelumnya, saya tahu Papa merupakan sosok yang ketus dan keras, namun halaman demi halaman saya mulai mengerti, ia merupakan sosok terkuat dalam berjuang tanpa sedetik pun putus kasih sayang kepada keluarganya, setelah bukunya tertutup.
Saya telat membaca lebih dalam tuk berujar terimakasih.
