24 Hour Project Photo: Street Tattoo

Sebenarnya ada banyak foto 24 Hour Project Saya yang saya fotoin pada tanggal 1 April 2017 yang lalu. Memang engga sampai 24 foto yang saya upload di media Sosial, lebih tepatnya saya hanya mengunggah sebanyak 12 foto.

Dari ke dua belas foto yang saya unggah, ada satu foto yang ternyata direupload atau direpost sama akun instagram @24hourproject Official. Foto ini juga menjadi salah satu favorit saya. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya akan membahas foto ini.

Judul foto ini sendiri saya beri nama “Street Tattoo”, karena memang proses menatonya dilakukan di pinggir-pinggir jalan di sekitar Blok M, Jakarta. Jasa tato pinggir jalan seperti itu cukup lumrah terjadi di Blok M. Kalau saya perhatikan, memang yang memakai jasa tato merupakan orang-orang kelas menengah ke bawah.

Ceritanya pada saat hunting 24 Hour Project, kebetulan rute siang itu menuju Blok M. Sesampai di Blok M, ternyata rombongan kami terpisah dengan beberapa orang. Akhirnya sambil istirahat siang, kami menunggu di taman Martha Tiahahu.

Sambil menunggu, sayapun menuju tempat tato pinggiran karena cukup tertarik dengan suara mesin (seperti bor di dokter gigi) yang terdengar sampai ke taman. Kebetulan juga temen-temen yang lain engga ada yang inisiatif ke tempat tersebut, sehingga foto saya engga bakal samaan, karena yang motoin subyek foto tersebut siang itu cuman saya seorang.

Seperti fotografer jalanan awam lainnya, meminta izin memotret itu dibutuhkan keberanian yang sangat tinggi. Saya sendiri takut bukan main ketika mau motret, apalagi saya hanya membawa kamera poket Canon S95 saya.

Dengan malu-malu, saya mencoba memberanikan diri menyapa orang di situ, kemudian menjelaskan maksud kedatangan saya. Saya bilang aja kalau saya itu fotografer, padahal kalau saya pakai kamera DSLR, mungkin abang-abang di situ lebih percaya, soalnya pas saya nenteng kamera poket, si abang mempersilakan sambil terlihar bingung.

Sayapun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, beberapa frame saya ambil fotonya. Namun karena saya ini masih sangat awam, sehingga saya tidak berniat memotret lama-lama di tempat jasa bikin tato tadi.

Mengapa saya memotret foto tersebut? Karena menarik?

Tentu saja.

Kalau menurut saya, adanya fenomena jasa bikin tato pinggir jalan sebagai pertanda, bahwa tato sudah menjadi kebutuhan orang. Seperti cukuran, massage, pijat refleksi, totok wajah, menikur pedikur, dan creambath.


Jujur Saja, saya sebenarnya masih bisa mengeksplorasi subyek foto saya saat memotret foto ini. Namun karena kurangnya engagement atau kurangnya kedekatan antara saya dengan subyek secara emosional, dan juga karena sedang 24hourproject, maka saya tidak bisa terdiam lama dengan satu subyek foto.

Meta Info

  • Gear: Canon S95
  • ISO: 400
  • F-Stop: F/2.0
  • Speed: 1/1000
Like what you read? Give Jaka Santana a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.