Apakah dengan memberimu bunga, luka semalam akan sembuh, sayang?

i.
Hari ini aku mengirimkanmu setangkai bunga,
sebagai tanda permintaan maaf
atas lebam pada pundakmu yang kutinggalkan semalam
bukan jejak dari percintaan panas, tetapi pengingat bahwa aku adalah manusia dengan temperamen yang lebih pendek ketimbang korek api.
ii.
Hari ini aku tinggalkan setangkai mawar putih untukmu,
atas saran temanku yang mengerti banyak perihal bunga
lagi-lagi bunga ini sebagai permintaan maaf
atas sisa luka dipergelangan tanganmu
agar semua keinginanku menggebu
tanpa melihat dirimu lesu.
iii.
Hari ini aku tidak membawakanmu bunga
karena aku menemukan, setangkai mawar merah yang menggoda
beserta perempuan manis yang tidur disampingku, malam ini.
Air matamu sepertinya sudah habis.
kemudian aku meminta maaf,
kali ini tanpa bunga.
iv.
Hari ini aku bawakan kembali bunga untukmu,
bukan satu tangkai, melainkan tiga tangkai
sebagai tanda bahwa aku menyesal
atas fantasi liar,
dan tiga tamparan pada pipimu semalam.
v.
Hari ini aku bawakan satu tangkai bunga lily untukmu,
dengan maksud ingin meminta sebuah awal kembali.
Seperti kehidupan yang baru lahir dari tangisan bayi
tapi kamu menolak
aku terinjak
maka dengan tidak sengaja tubuh mungilmu,
aku jadikan tempat pelampiasan emosi paling sempurna.
Rintihanmu berhasil memancing nafsu bejatku,
sedikit lebih rumit dari sebelumnya;
sedikit
lebih lama
dari
sebelumnya.
vi.
Hari ini aku bawakan kamu sebuket bunga lily-
putih tak bernoda,
tak seperti baju putihmu kemarin malam
gagal menutupi warna kulitmu yang membiru
rupanya ia juga berarti kematian
kuletakkan buket bunga lily di depan matamu
aku berharap
kamu menerimanya,
seperti aku
menerima kematianmu.
* teruntuk siapapun yang berada di dalam hubungan seperti ini, dan menerima luka baik secara fisik maupun mental,
Tolong berhenti, memaafkan, dirinya.
