Memilih sendiri.
Untukmu wanita yang sedang berjuang, yang resah dengan keadaan sekitar, yang mempunyai pemikiran tentang cara cara yang benar dalam percintaan. Mungkin kamu beranggapan bahwa sendiri adalah sebuah pemikiran yang ideal, pemikiran yang seharusnya dipikirkan oleh setiap wanita. Aku tidak menyangkal, seperti itulah gaya pemikiranmu. Aku hanya berpesan tetaplah dalam pemikiranmu.
Untuk wanita yang sedang berjuang, jika kamu butuh perhatian, tidak usahlah berharap dengan makhluk yang belum bisa memberimu kepastian, Bukankah Dia sifatnya selalu mencukupkan?
Untuk wanita yang sedang berjuang, yang merasa asing di tengah tengah lingkungan, lingkungan yang beranggapan bahwa pacaran merupakan jalan untuk saling mengenal, bukankah itu hanya tipu daya setan? Bahkan jika orang terdekatmupun sampai berfikiran seperti itu, tenang, kamu bisa jelaskan dengan cara berfikirmu. Bukankah keindahan itu datang di saat yang tepat dan benar?
Untuk wanita yang sedang berjuang, sendiri hanya soal hitungan. Tawakalah, bukankah kamu yakin orang orang yang sepemikiran bakal dipertemukan di suatu persimpangan?
Untukmu wanita yang sedang berjuang dan ingin diperjuangkan. Satu yang aku tahu. Bahwa hal terbaik dalam mencintai seseorang sebelum halal adalah diam dan mendoakan. Diam dalam penantian, berani mengungkapkan jika dirasa sudah saatnya. Mendoakan dalam taat, Bukankah hati hanya dimiliki oleh Dia? Lalu mengapa kita tidak meminta ijin-Nya?
Memilih sendiri, berarti memperbaiki diri, menyiapkan hari hari untuk saling memiliki, memilih sendiri berpotensi lebih berkarya untuk menjadikan hati lebih mau menerima ketetapan-Nya. bukankah pacaran lebih berpotensi untuk sakit hati?
Dari aku, yang ingin berjuang.
