Tempat jual seragam perawat di Jakarta

Sejarah Keperawatan

Sebelum abad ke-9 profesi perawat hanya dilakukan oleh perempuan. Keperawatan adalah tugas yang dilakukan perempuan sehari-hari. Para perempuan umumnya merawat anggota keluarga mereka sendiri. Keperawatan kemudian berkembang tidak hanya dalam rumah sendiri, tetapi banyak perempuan mulai merawat masyarakat miskin yang tidak dapat berobat ke dokter.

Perkembangan Profesi Perawat

Perkembangan profesi perawat mengikuti perkembangan pemikiran masyarakat dan juga perkembangan peradaban manusia. Pada masa Afrika kuno perawat memiliki beberapa fungsi salah satunya adalah pengasuhan. Perawat dalam fungsi pengasuhan memiliki beberapa peran yaitu bidan, herbalis, ibu susu, dan pemberi perawatan untuk anak dan lansia.

Perkembangan profesi perawat berbeda-beda di tiap tempat. India kuno telah mengenal adanya perawat laki-laki dengan beberapa kriteria yang harus dipenuhi, sementara untuk perawat wanita bertugas merawat anggota keluarga yang sakit dan sebagai bidan.

Profesi perawat berkembang lagi saat sebuah rumah sakit berdiri di Roma. Perkembangan agama juga berpengaruh terhadap perkembangan keperawatan. Pada perkembangan agama Kristen terdapat istilah Diakonia.

Diakonia merupakan kelompok kerja yang memiliki peran seperti perawat kesehatan masyarakat, kelompok ini juga mengunjungi orang yang sakit. Penyebaran agama Islam juga membawa perkembangan pada bidang keperawatan. Seorang perawat terkenal yang merupakan perawat Islam pertama bernama Siti Rufaidah.

Profesi perawat sangat berkembang pada abad pertengahan tepatnya pada masa perang salib. Pada masa perang Salib dibutuhkan banyak tenaga sebagai perawat untuk merawat korban perang. Istilah P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) mulai dikenal pada masa perang salib ini. Pada masa perang ini perawat bukan hanya berasal dari kelompok agama namun juga ibu rumah tangga yang ikut suaminya ke medan perang dan juga wanita tuna susila yang telah bertobat. Pasca perang banyak masalah kesehatan yang dialami masyarakat akibat peningkatan populasi penduduk. Peningkatan populasi berdampak pada kurangnya pemeliharaan kesehatan dan sanitasi sehingga menimbulkan masalah kesehatan.

Profesi perawat kemudian terus berkembang dan menjadi profesi yang dihormati. Rumah sakit mulai banyak didirikan dikota-kota besar dan kemudian mulai dibentuklah pendidikan khusus untuk perawat. Salah satu sekolah perawat yang didirikan pada tahun 1880 oleh Florence Nightingale.

Perkembangan Seragam Perawat

Menurut sejarah, dulu seragam yang dikenakan perawat adalah gaun putih panjang dengan dilengkapi banded putih dan celemek putih. Seragam perawat berwarna putih mulai dikenal pada akhir abad ke 19. Penggunaan seragam perawat digunakan untuk membedakan perawat dari wanita lainnya.

Pada masa tersebut, perawat bertugas untuk membantu pihak militer dan rumah sakit. Sekarang ini seragam perawat tidak hanya berwarna putih saja, meski begitu warna putih masih tetap mendominasi seragam perawat. Warna putih digunakan karena melambangkan kemurnian, keikhlasan, ketenangan, kesucian, kedewasaan dan spiritualitas. Warna putih juga melambangkan kebersihan.

Tugas perawat yang berhubungan dengan kesehatan tentu membutuhkan individu yang bersih sehingga tidak akan memperparah penyakit orang yang dirawat. Warna seragam perawat yang berwarna putih dapat mencerminkan pribadi yang tidak hanya bersih namun juga steril dan bebas dari kuman. Warna putih biasanya melambangkan berbagai hal positif.

Pada awal perang dunia pertama, seragam bukan hanya untuk membedakan perawat dengan wanita lainnya, namun dirancang dengan lebih efisien dan fungsional. Seragam perawat yang sebelumnya menggunakan gaun panjang dan celemek, kemudian diganti dengan rok yang pendek dan lengan yang juga lebih pendek. Rok dan lengan yang lebih pendek akan memudahkan mobilitas perawat dalam merawat korban perang. Celemek juga dihilangkan pada seragam perawat ini.

Pasca perang dunia pertama, desain seragam perawat kemudian mengikuti tren fashion pada masa itu karena profesi perawat semakin terkenal dikalangan perempuan.

Saat ini seragam perawat tidak hanya identik dengan warna putih namun beberapa warna lain yang tetap menggambarkan kebersihan dan steril. Seragam perawat juga tidak hanya rok namun juga seragam dengan bawahan celana sudah lazim digunakan oleh perawat perempuan. Berbeda dengan masa lalu dimana profesi ini didominasi oleh perempuan, sekarang profesi perawat juga banyak dilakukan oleh laki-laki.

Bagi anda yang berprofesi sebagai perawat dan sedang mencari seragam perawat di Jakarta, anda bisa mengunjungi medicalogy.com. Anda dapat menemukan seragam perawat dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi.