Apakah Spekmu Bagus?

Teman saya yang menurut saya super outstanding, ketika interview kerja, dibilang sama CEO-nya, “Your skill is just 20% from our need. But it’s okay. Everybody starts from 10% anyway.” yang membuat saya menelan ludah seketika.

Gila. Temen saya yang menjadi hero bagi perusahaannya, pernah membuat sales tertinggi dalam sejarah perusahaan, masih dibilang 20% from needs oleh calon CEO-nya.

Akhirnya saya merenungkan soal spek. Spesifikasi.

Kita nih, speknya gimana sih? Skill kita tuh, replaceable ngga sih? Semua orang bisa ngerjain? or uniquely ya emang kita aja yang bisa? Atau gimana?

Saya berpendapat bahwa kita harus master di bidang yang kita geluti. Kalau setengah-setengah mah sayang banget. Kita harus punya spek yang bagus. Spek bagus ini bisa dari kemampuan menghasilkan ide sampe teknisnya sekalian.

Lowongan pekerjaan bertebaran. Yang cari kerja tetep aja bingung cari kerja. Pencari kerja mengeluhkan spek pelamar yang low standard sementara ya pelamar emang segitu-gitu aja skill-nya. Maka.. kalau kita masih di posisi pelamar, mau ga mau kita harus bagusin skill kita. Speknya harus keren!

Ikut pelatihan, baca-baca artikel terkait bidang kita, atau mungkin juga ngerjain freelance buat nambah jam terbang, apalagi ya? Ya yang jelas, manfaatkan waktu luang kita untuk do something dan menambah value dalam skill kita. Oia, punya mentor dan ikut komunitas (baik offline maupun online) juga bisa tuh. Intinya, join di sesuatu yang bisa bikin ilmu kita nambah.

Selamat menambah skill setiap harinya!

Like what you read? Give Denty Kusuma Wardany a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.