di ruang tunggu stasiun

sebelum kereta berangkat
aku membayangkan dirimu
dan sebuah kecupan hangat
mengantar dan melepas diriku

kita saling berpelukan
kita saling melupakan

di dalam kereta yang berjalan menjauh
malam ikut berjalan mendekat

aku membayangkan kita
seperti sepasang kekasih
dipisahkan oleh kata
disatukan oleh perih

mata terkantuk dan kepala terantuk
tangan kita serupa jembatan
menghubungkan dua mimpi
tubuh kita serupa perapian
menjaga nyala mimpi

hingga kita lelap dan mimpi
menjadi dingin

di ruang tunggu stasiun

aku kembali membayangkan dirimu
duduk cemas, menunggu dengan ragu
khawatir aku salah kereta
atau tidak pernah berangkat

kau memperhatikan setiap jendela
berharap menemukan diriku
aku menatap ke luar jendela
kereta api berhenti

aku bangkit dari lamunanku tentangmu

.

cinta telah menjadi hal yang sepi

tak ada suara juga percakapan
sepi menyelimuti malam
malam menyelimuti tidurmu
aku di mimpimu tanpa suara
bersembunyi dalam sunyi

tak lagi kau temukan

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.