Berpikir Kritis

Desnata Pozya Adi Makara
3 min readSep 30, 2020

--

Dalam berpikir, otak manusia dibagi menjadi dua sistem, yakni Sistem 1 dan Sistem 2.

Apa perbedaannya?

A) Sistem 1

Sistem 1 berjalan secara otomatis, cepat dalam mengambil keputusan, dilakukan secara tidak sadar, dan lebih tepat digunakan untuk mengambil keputusan sehari-hari. Contoh keputusan yang dapat diambil dengan pola piker sistem 1 adalah memutuskan tempat makan. Kita tidak perlu mengulik terlalu dalam, mengenai apa, siapa, dan bagaimana dalam memutuskannya.

Kekurangan dari Sistem 1 ini adalah hasil keputusannya kurang dapat diandalkan. Hal ini disebabkan karena dalam pengambilan keputusan tidak memperhatikan atau tidak mempertimbangkan aspek-aspek yang lain, serta kurang memahami logika dengan baik.

B) Sistem 2

Sistem 2 berjalan dibawah kendali kesadaran, lambat dalam mengambil keputusan, dan cocok untuk mengambil keputusan yang kompleks. Contohnya dalam memutuskan ‘akan kemana saya liburan minggu depan?’, kita perlu mempertimbangkan banyak aspek yang mendukung ataupun menghambat berjalannya rencana. Dengan mempertimbangkan banyak aspek, hasil keputusan dari pola pikir Sistem 2 ini dapat diandalkan.

Berpikir Kritis

Dalam berpikir kritis (Critical Thinking) manusia menggunakan Sistem 2, karena dalam berpikir kritis seseorang harus memiliki kemampuan untuk mengevaluasi informasi secara sistematis. Dengan menggunakan Sistem 2, kita akan berpikir lebih tenang, rasional, dan objektif dalam menghadapi dan memecahkan suatu permasalahan. Selain itu, Sistem 2 ini membantu kita unu menghindari disinformasi ataupun penggiringan opini.

Salah satu cara untuk memudahkan menghadapi dan memecahkan suatu permasalahan adalah dengan membuat Tree Diagram Analysis. Dengan bantuan Tree Diagram Analysis, akan membuat perencanaan lebih terstruktur dan jelas, serta mengetahui risiko atau kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.

Ada 2 hal yang dapat menghambat dalam berpikir, yakni Logical Fallacy dan Cognitive Biases.

A) Logical Fallacy, yakni kesesatan logika / kecacatan dalam penalaran secara sengaja atau tidak disengaja (salah fokus).

Ada 6 jenis logical fallacy, yaitu :

*Ad Hominem — Penyerangant erhadap orang yang memberikan argumen bukan argumen itu sendiri

*Appeal to the people — mempercaya suatu claim benar karena banyak orang berpendapat claim itu benar

*Straw man — menempatkan orang yang memberikan argumen diposisi terancam dan membuat interpretasi dari argumen salah sehingga mudah menyerang argumen orang tersebut. Biasanya dijumpai di debat politik

*Slippery slope — beranggapan bahwa satu hal kecil dapat berujung pada rantai konsekuensi yang besar

*Red Herring — mengalihkan topik pembicaraan

*Tu Quoque — mendiskreditkan argumen lawan dengan menegaskan bahwa ia telah gagal bertindaks esuai denga apa yang ia sampaikan

B) Bias Kognitif, yakni kesalahan sistematis dalam berpikir yang mempengaruhi cara kita mengambil keputusan dan memberikan penilaian.

Bias kognitif sendiri dibagi menjadi 4, yaitu:

  • Confirmation bias — kecenderungan untuk mencari bukti-bukti yang sesuai dengan pendapat pribadinya tanpa mencari bukti-bukti yang menegaskannya atau berlawanan
  • Negativity bias — kecenderungan kita untuk lebih terfokus pada informasi atau pengalaman yang negatif, daripada positif
  • Neglecting probability bias — ketidakmampuan kita dalam memahami dengan tepat akan bahaya dan risiko-risiko yang ada
  • Status-quo bias — anggapan bahwa menjalankan sesuatu seperti saat ini lebih menguntungkan daripada mencoba perubahan-perubahan

#LogisBersinergi #NewJourneyToBeHMMI #Kalibrasi2020

--

--