Kehidupan…

Siapalah aku ini yang mencoba memaknai kehidupan? aku terlalu kecil untuk memaknai kehidupan…

Hanya Allah lah yang tahu pasti makna kehidupan ini, karena Dia-lah Pemilik dan Pencipta kehidupan ini…

Dan tentang hidupku, hanya Dia-lah yang memiliki…

Disadari kini, hidupku, hidup ini bukanlah lagi berbicara “aku”, bukan lagi berbicara “apa mauku…”, “apa yang aku mau…”

Tapi diri ini belajar, untuk kembali memaknai hakikat hidupku “untuk Allah…”, “Ridha Allah…”, “Mencintai karena Allah”, “Membenci karena Allah…”, “Mendekatkan dan menjauhkan diri karena Allah…”,

Belajar mencari kebenaran, mana yang benar yang harus dilakukan dan diperjuangkan…

Belajar untuk mengetahui, memahami, meyakini, hingga pada bertindak sesuai dengan Apa yang Allah cintai dengan jalan yang benar…

Berusaha untuk terus memperbaiki diri, karena menyadari banyaknya kesalahan dalam diri…

Hidup bukan lagi tentang aku… tapi tentang Pencipta-Ku,

Allah, bimbing aku untuk mampu memahami apa yang Kau mau…

Bimbing aku untuk selalu memperkuat langkah ini hanya untuk Mu…

Bukan yang lain, yang sementara…

Bukan yang lain, yang semu…

Karena hanya Engkaulah Yang Maha Abadi…

Cinta dan Kasih sayang Mu-lah yang tak terbatas ruang dan waktu…

Like what you read? Give Destiana Dwi Pratiwi a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.