Mau kemana Rdio?

Faizal Ardiansyah
May 27, 2015 · 1 min read

Rdio sebagai salah satu penyedia layanan musik di Indonesia sepertinya kurang banget promosi. Seharusnya dengan biaya layanan yang hanya Rp.20.000 bisa menjadi layanan yang sangat menarik terutama untuk mengurangi download ilegal.

20 ribu satu bulan saya rasa harga yang masih masuk bagi kantong dibanding dengan Deezer 50 ribu. Dengan harga segitu kita bisa dengar lagu sepuasnya dan diunduh agar bisa didengar secara offline.

Lalu kenapa Rdio kurang terdengar di Indonesia dibanding dengan Deezer, Guvera, Melon? Karena kurang promosi dan belum ada kerjasama dengan pihak lain di Indonesia seperti Guvera dengan XL.

Dengan potensi yang seharusnya besar, mau kemana sebenarnya Rdio ini?

Faizal Ardiansyah

Written by

Bukan orang pintar. Sekedar suka sharing teknologi, gadget dan desain.