http://xeizo.com/

Mencoba Spotify

Salah Satu Cara Melawan Pembajakan

Faizal Ardiansyah
Aug 13, 2013 · 4 min read

Spotify, salah satu layanan streaming musik di dunia ini selain Deezer, Rdio dan lainnya yang saya tidak pernah coba. Kamu pernah coba? Bila tidak, wajar, karena layanan streaming itu belum begitu mempromosikan di Indonesia. Kenapa belum? Entah, mungkin karena penduduk terbesar ke-4 didunia ini kurang dianggap (belum) menguntungkan dan kurang (belum) tanggap atas hal beginian. Disini dianggap masih biasa dengan mendapatkan musik secara gratis.

“Lagunya bagus, download dimana? Gratis kan?”

Okay kalau memang mereka masih mau berkutat di negara-negara besar yang sudah merata untuk menikmati lagu secara legal, tapi ketika 16 April 2013 dimana Spotify melebarkan sayapnya di Asia tapi dengan minus Indonesia, ini ada yang salah. Bayangkan disaat Hongkong, Malaysia dan Singapura dengan penduduk yang lebih sedikit namun sudah mendapatkan layanan Spotify secara resmi, Indonesia masih harus menunggu sampai entah kapan. Iya, ada Deezer yang sudah resmi sebenarnya untuk masuk ke pasar Indonesia sejak 10 Oktober 2012 (dan saya juga sudah coba untuk layanan premiumnya), tapi dilihat dari keunggulan koleksi lagu, app, dan sistem manajemen lagunya masih jauh dari Spotify.

Saya ingin cerita sedikit apa sih keunggulan Spotify daripada harus mengunduh yang “gratis”?

1. Gratis
Iya gratis, jika hanya ingin untuk mendengarkan lagu di komputer (PC/MAC). Lain bila ingin mendengarkan on-demand di ponsel atau ingin mengunduhnya maka membutuhkan layanan premium seharga 9.99 disana.

Gratis, free, itu yang diinginkan kan?

2. Koleksi Lagu

Saat ini koleksi lagu di Spotify sangatlah banyak. Termasuk lagu-lagu dari Indonesia, tentunya dengan label yang bekerja sama. Namun walau begitu kamu bisa menemukan lagu-lagu yang lama, cukup lama, bahkan baru. Mulai dari keroncong, dangdut, sampai metal.

Keroncong
Dangdut

3. Kualitas Lagu

Kualitas lagu streaming maupun unduh (bila menggunakan akun premium) tidak perlu diragukan. Bahkan bila punya akun premium maka bisa mendengarkan dengan kualitas 320 kbps, tentunya kualitas ini bukan hasil dari ripping CD, namun benar-benar dari label rekaman, sehingga walau 96 kbps kualitasnya masih ajib didengarkan.

Bitrate yang digunakan

4. Apps

Keunggulan lain, kadang kita bingung untuk lagu apa yang mau di dengar selanjutnya, nah, di Spotify ini banyak app yang bisa dijadikan acuan buat menemukan lagu-lagu yang sesuai dengan kita mau.

Apps

Jangan lupakan juga dengan app discover yang dimiliki sendiri oleh Spotify untuk melihat lagu yang mungkin akan didengarkan oleh kamu berdasar dari apa yang telah kamu dengar.

Discover

5. Social

Tentunya dijaman serba sosial ini kamu ingin apa yang kamu dengar bisa di bagikan dengan orang lain. Spotify bisa melakukan itu dengan fitur sharenya, bahkan sudah terintegrasi dengan Facebook.

Share

Playlist pun juga bisa di share, sehingga ketika kita bikin daftar lagu yang oke dan ingin orang lain mendengarkannya tinggal share saja.

Sharing Playlist

Selanjutnya adalah berteman/friend. Berteman disini bukan hanya bisa dengan orang yang kita kenal namun juga mengikuti apa yang artis dengarkan di tab Activity

Activity

Selain beberapa kelebihan tadi tentunya ada kekurangan. Namun kekurangan ini harusnya tidak menghalangi laku nya penggunaan Spotify di Indonesia

1. Bandwidth

Ini tidak bisa dipungkiri sebagai negara dengan peringkat 115 dunia (Akamai, 2012) untuk kecepatan internetnya ini bakal menjadi masalah. Namun jangan minder dulu, pengalaman saya dengan memakai smartfren dengan kecepatan yang kamu tau lah bagaimana tetap bisa lancar mendengarkan di Spotify. Rata-rata penggunaan ketika streaming adalah 30-70 kBps atau 240-560 kbps. Kalau bisa menggunakan bandwidth buat download yang ilegal, kenapa buat yang legal tidak mau? sama-sama gratis lho.

2. Moral

Sering saya promosi ke teman tentang musik di iTunes atau di Spotify ini, jawabannya selalu “Bila ada yang mudah, kenapa dipersulit?”. Moral bangsa ini memang perlu dirubah, dan itu saya ingin mulai dari saya sendiri dengan menulis tulisan ini dan kamu yang mau baca sampai dititik ini.

Spotify walau kebanyakan streaming on-demand namun tetap menghasilkan uang untuk artis-nya, iya, walau kamu tidak mendownloadnya tapi tetap ada royalti yang dibayarkan. Jadi membantu artis yang kita sukai lagunya kenapa tidak?

Mau mencoba?

Saat ini bila ingin mencoba Spotify untuk di negara yang belum di support resmi memang memerlukan cara khusus. Pasti kamu semua sudah tahu bagaimananya. Bila tidak tahu, mungkin bisa mencoba Deezer untuk sementara untuk merasakan bagaimana layanan ini berjalan.

Kalau sudah mencoba, coba share pengalamannya ya. Happy listening, legally. :))

    Faizal Ardiansyah

    Written by

    Bukan orang pintar. Sekedar suka sharing teknologi, gadget dan desain.