Dewi Meilinda
Sep 5, 2018 · 3 min read

Ide Desain Negara Singapura dalam Mengatasi Keterbatasan Ruang

Dewi Meilinda

15417110

Dalam melakukan suatu perencanaan, seorang Perencana harus memiliki pemikiran yang sistematik terhadap apa yang sedang di rencanakan. Seorang perencana harus dapat merencakan sesuatu yang diatur untuk selanjutnya digerakkan jika sudah diterima renacanya. Selain itu, seorang perencana juga tetap harus mengontrol setiap pergerakkan yang terjadi supaya sesuai dengan seluruh rencananya dari awal hingga akhir. Setiap rencana yang direncanakan harus mempertimbangkan masa lalu dan masa sekarang karena pertimbangan tersebut berguna sebagai informasi di masa depan agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi kembali dan dapat menciptakan suatu hasil yang lebih baik lagi. Hal diatas merupakan upaya yang sedang dilakukan oleh Negara Singapura. Seperti yang kita tahu, negara Singapura memiliki luas tanah yang sangat sempit. Hal itu tidak setimbang dengan pertumbuhan masyarakat disana yang semakin lama semakin meningkat. Oleh sebab itu, pertumbuhan populasi masyarakat yang ada disana menjadi tantangan lebih bagi para perencana kota di negeri singa tersebut.

Badan perencanaan perkotaan Singapura, URA (Urban Redevelopment Authority ), sedang serius dalam melihat cara agar setiap orang dapat bekerja dari rumah dan di kantor di daerah pinggiran kota. Ketua URA dan mantan pegawai negeri sipil senior Singapura membuat poin terkait pada sebuah konferensi berjudul “Lee Kuan Yew dan Transformasi Fisik Singapura”, yang menambahkan bahwa masalah utama dalam proses perencanaan adalah apakah semuanya harus dilakukan di kota. Selain itu, mereka juga membahas soal peningkatan populasi masyarakat negeri singa tersebut. Mereka juga harus memikirkan rencana jangka panjang untuk mengakomodasi rakyatnya tanpa kehilangan kualitas hidupnya, ditambah lagi harus memikirkan jalur LRT baru serta rute bus yang baru juga. Salah satu dari perencana disana juga berkata bahwa teknologi merupakan cara inovatif untuk menggunakan ruang.

Perencana perkotaan Singapura juga membicarakan tentang ruang bawah tanah. Menurut mereka, itu dapat saja terjadi dan mereka akan melanjutkan inovasi tersebut karena bagi mereka, tidak ada yang namanya titik akhir selama itu berkerja dalam prosesnya. Luas tanah di Singapura yang sedikit mungkin membuat perencana berpikir tentang ruang bahwa tanah yang memang merupakan inovasi yang cukup efektif. Di Singapura sendiri juga sering terjadi banjir bandang dan menurut mereka, banjir bandang terjadi sepenuhnya karena alam dan memberikan kendala pada lahan yang Singapura miliki. Dampak perubahan iklim merupakan sesuatu yang dikhawatirkan mereka. Negara Singapura juga sering terjadi hujan yang intens sehingga mereka merencanakan saluran untuk intensitas curah hujan tertentu dan hal tersebut membuat mereka dapat bertahan selama bertahun-tahun. Setelah pembuatan saluran tersebut, insiden banjir memang sudah berkurang namun, perubahan iklim dan perubahan pola cuaca sangat sulit untuk mendesain apa yang dulunya menjadi intensitas yang tidak terjadi atau sudah berkurang, sekarang tampaknya lebih sering terjadi. Perubahan-perubahan tersebut juga sulit diprediksi oleh ahli iklim dan ahli cuaca karena perubahan-perubahan tersebut memerlukan waktu yang lama untuk bisa menyimpulkan bahwa pola cuaca telah berubah. Tetapi, mereka sendiri sudah memiliki cukup bukti bahwa banyak hal telah berubah selama empat atau lima tahun terakhir ini. Sehingga mereka telah mengambil keputusan tanpa menunggu kesimpulan para ahli agar dapat meminimalkan risiko banjir di Singapura.

Transformasi fisik Singapura merupakan tinjauan untuk masa depan, politik dan orang-orang yang bekerjasama untuk mengalahkan apa yang tampak pada saat itu. Ini tentang tantangan untuk menemukan dan menerapkan kebijakan yang tepat, yang telah membuat perkembangan fisik dan kondisi kehidupan mereka menjadi apa yang telah terjadi.

Referensi :

Anonim. 2013. Singapore urban planners to tackle challenges in future city planning. [Online] https://www.eco-business.com/news/singapore-urban-planners-tackle-challenges-future-city-planning/. Diakses, 4 September 2018.

    Dewi Meilinda

    Written by

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade