Tokoh Planologi Etnis Tionghua yang Berasal dari Indonesia
Dewi meilinda
15417110
Planologi merupakan ilmu yang mungkin jarang terdengar oleh masyarakat luas terutama di Indonesia apalagi pada jaman tahun 1950-an. Akan tetapi, untuk salah satu tokoh planologi beretnis tionghua ini, sejak usinya masih muda, beliau sudah mengenal apa itu planologi. Tokoh tersebut adalah Tjiong Seng Hong (鐘成康) yang memiliki nama Indonesia yaitu Wastu Praganta Zhong ini lahir di Cirebon, Jawa Barat pada tanggal 17 Mei 1934. Pendidikan beliau dimulai di Sekolah Rakyat Zending Cirebon, lalu melanjutkan pendidikan sekolah menengah pertamanya di SMP Negeri 1 Cirebon, begitu juga pendidikan sekolah menengah ke atasnya di SMA Negeri 1 Cirebon. Setelah itu, beliau berkuliah di ITB Bandung yang lulus pada tahun 1960. Beliau merupakan orang yang kagum dan bangga akan Khong Hucu karena khong Hucu adalah seorang guru yang mengajarkan tiga dasar utama yang harus selalu dikembangkan yaitu penguasaan pengetahuan dan kebijaksanaan yang cukup pendidikan, cinta kasih kepada sesama, dan sikap yang berani menyampaikan kebenaran dari suatu peristiwa.
Setelah beliau lulus, beliau direkrut sebagai kepala bagian perencanaan proyek Asian Games tahun 1960. Pada tahun 1962, beliau diangkat sebagai pegawai DPU DKI Jakarta dengan jabatan ahli teknik Planologi oleh Gubernur DKI Jakarta. Pada tahun 1971, beliau menjadi penata tingkat I Kepala Urusan Perencanaan di direktorat IV. Akhirnya, pada tahun 1977, beliau diangkat menjadi Kepala Dinas Tata Bangunan dan Pemugaran DKI Jakarta hingga tahun 1985. Beliau juga termasuk pelopor berdirinya fakultas teknik pada Universitas Tarumanagara. Pada awalnya, beliau menjabat sebagai sekretaris sekaligus Dekan Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara.
Pada waktu beliau berumur 28 tahun, beliau terlibat dalam perencanaan bangunan pos polisi dan jembatan penyebrangan. Beliau juga merencanakan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, youth center di Kuningan, dan juga gedung blok G Balai Kota. Pada 1974, proyek pemugaran gedung staadhuis disetujui oleh Gubernur DKI untuk dijadikan museum Fatahillah berkat prakarsanya. Pada akhir tahun 1985, beliau bersama Ir. Rai Patradaya pergi berkeliling kota-kota tua dan pergi menikmati keunikan arsitektur di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Brunei. Pada tahun 1988, beliau beserta dengan alumni Universitas Tarumanagara dan Tim Master Plan Kampus Untar melakukan survei ke kampus-kampus yang berasa di Singapura, Malaysia dan Muangthai. Sebelum beliau pensiun, beliau juga pernah menjabat sebagai pegawai negeri sipil pada bagian staf ahli di Bappeda DKI Jakarta. Total tiga puluh tahun lebih, beliau menjadi pendidik.
Pada tahun 2001, beliau diangkat menjadi guru agama Khong Hucu. Selanjutnya, pada tahun 2003, beliau menjadi koordinator Presidium Matakin. Beliau juga mendapat penghargaan dari Legium Veteran Republik Indonesia karena telah berjasa dalam pembangunan gedung Balai Sabrini, Jakarta. Selanjutnya, beliau mendapat penghargaan dari Institut Kesenian Jakarta atas pembangunan Teater Luwes di Taman Ismail Marzuki. Pada tahun 2007, beliau mendapat penghargaan atas kepeduliannya terhadap bangunan-bangunan bersejarah di Jakarta. Beliau wafat pada usia ke 78 tahun di Jakarta pada tahun 2011.
Kesimpulan singkat menurut pendapat saya, Wastu Praganta Zhong merupakan tokoh planologi yang lahir pada zaman penjajahan Belanda. Semasa hidupnya, Wastu Praganta Zhong banyak mengabdi sebagai guru serta banyak bekerja untuk negeri sejak berada diusia yang cukup muda sehingga beliau mendapat banyak penghargaan-penghargaan yang sangat membanggakan. Beliau juga memiliki otak yang cerdas serta tekun jika dilihat dari masa-masa beliau menuntut ilmunya. Beliau juga pernah direkrut langsung oleh salah satu gubernur DKI Jakarta yaitu, Dr. Soemarno. Selain itu, Wastu Praganta Zhong juga merupakan salah seorang yang sangat taat terhadap kepercayaannya.
Referensi :
Anonim. 2011. #Rip – Ir Wastu Pragantha Zhong (Tjiong Seng Hong). [Online] https://meninggaldunia.wordpress.com/2011/09/06/rip-ir-wastu-pragantha-zhong-tjiong-seng-hong/. Diakses, Sabtu, 1 September 2018.
Setyautama, Sam. 2008. Tokoh-tokoh etnis Tionghua di Indonesia. Jakarta : Gramedia. (hal 451 & 452).
