A Girl With A Pen
Aug 23, 2017 · 3 min read

Ocehan Seorang Manusia Tentang OSPEK

Mungkin manusia-manusia seperti saya sudah lelah untuk berkoar-koar masalah ini sejak bertahun-tahun lamanya, sampai sekarang. Saya tadinya ingin diam-diam saja, tetapi, sebagai seorang manusia yang sudah pernah menjadi ‘senior’ selama 11 tahun lamanya, saya merasa saya harus berbicara.

Dengan saya menarik kata-kata ‘senior’ dan dengan sekarang yang merupakan musim-musim tahun ajaran baru, iya, saya ingin sekali mengangkat topik OSPEK (yang sekarang sudah diganti dengan nama sesuai universitas masing-masing) dan bagaimana masih banyak yang membelokkan tujuan OSPEK dengan yang seharusnya.

Mengkritik OSPEK tidak akan jauh-jauh dari mengkritik bagaimana kakak-kakak yang dengan bangganya menjadi panitia memperlakukan para mahasiswa baru, para pendatang. Saya akan memfokuskan kepada hal itu, karena hal itu lah yang menurut saya harus disambut dengan senyum miris.

Lucunya saya juga seorang mahasiswa baru dan tak dipungkiri lagi, ketika saya masuk ke dalam universitas, ikut acara OSPEK yang sudah berganti nama, panitia-panitia merasa mereka ada hak besar untuk menjadi dua hal: galak dan songong.

Saya ingin meng-highlight satu hal lucu yang ditemukan di OSPEK saya. Ketika evaluasi a.k.a razia a.k.a “ini waktu yang tepat untuk nganjing-nganjingin maba secara sopan tanpa kata-kata kasar”, beberapa panitia dengan ‘kesal’nya bilang: “Kalian gak sadar kalau kami juga gak tidur karena kalian?!” dan hal seterusnya.

Look. Read what I will type and put it in your head. You guys SIGNED UP for this. Kalian mendaftar jadi panitia. Kalian tau dan mikir bahwa kalian gak akan tidur. Kalian tau dan mikir badan kalian bakalan capek-capek sampe (mungkin) rasanya badan mau rontok. Kok masih ngeluh? Kok malah nyalahin maba? Masih punya pedoman:

  1. Panitia OSPEK selalu benar.
  2. Kalau panitia OSPEK salah, balik ke nomor 1.

Iya?

Gak ada kok yang maksa kalian jadi panitia. Gak ada kok yang bilang “kalau gak daftar jadi panitia, IPK bakal diturunin 0.1 poin” atau apa. Kenapa malah nunjuk ke maba?

Iya, mereka gak kerjain tugas. Iya, mereka gak lengkap atributnya, tapi, seperti yang saya bilang, KALIAN NGAPAIN MALAH BILANG KALIAN GAK TIDUR KARENA MABA? Yang daftarin kalian jadi panitia emang maba? Gak kan? Ya udah. If you cannot sleep because you sign up for something, suck it up. That’s YOUR call.

Kemudian, kita bisa mulai ketawa miris dengan the gold ol’ teriak-teriakan khas panitia. “CEPETAN JALANNYA!” “GAUSAH NENGOK-NENGOK!” dan hal lainnya. Untuk hal ini, saya bisa dibilang lebih dari miris. Esensinya marah-marah gak jelas ini apa ya? Teriak-teriak, marahin maba. Apa gak sadar diantara ratusan bahkan ribuan maba yang kalian OSPEK-in ada yang gak kuat? Ada yang lemes? Bukan karena gak tidur atau apa, tapi karena KALIAN TERIAK-TERIAK. Ini bukan sekolah akmil atau akpol yang memang HARUS galak untuk membuat mental calon akpol/akmil kuat. Emang ini maba bakal ikutan perang di Suriah? Di TimTeng? Gak kan?

“Kan buat mentalnya juga, makanya digituin.” Oh, jadi kalau mau ngajarin orang lain biar “mentalnya kuat”, harus ditatar dulu? Dikumpulin gitu di tengah lapangan terus diteriak-teriakin?

Sadar gak sih yang kalian marahin gak brojol dari tubuh kalian sendiri? Ada ibunya di rumah, bapaknya juga. Dia kuliah, ikutan OSPEK, berharap bisa kenal kampus, punya banyak temen, ini malah diteriakin entah siapa. Emang kalian juga yakin bapak sama ibunya segalak kalian?

Katanya “kakak”, kok malah gak kayak kakak? Emang kakak harus kayak gitu ya ke adeknya? Saya anak tunggal, tapi saya tahu pasti seharusnya “kakak” ke adiknya itu gimana.

Gak semua orang sekuat kalian, sayang. Gak semua orang punya mental baja. Ada yang sensitif banget, ada yang gak mempan digituin. Gak usah sok galak. Menyambut mahasiswa baru kok kayak polisi yang lagi natar narapidana sih. Bedain.

Kemudian, tugas. Oh, tugas OSPEK. Dikasih tau mepet, pas malem ketika toko pada tutup semua, bikin satu tugas bisa lebih dari sejam, dan ada lebih dari satu tugas. Saya pengen ketawa. No, keep going with you mencoba ngebenerin semua-muanya. Keep going. Manusiawi gak ngasih tugas kayak gitu? Mau bikin maba siap sama tugas dari dosen? Ajarin cara bikin esai yang bener gimana. Bikin seminar. Workshop soal itu. Abis itu coba suruh maba bikin esai pake tema bebas sesuai yang sudah dijelasin di workshop itu. Lebih bermanfaatkan? Daripada ujug-ujug ngasih tugas seabrek-abrek baru kelar jam 3 pagi. Teman saya banyak yang gak tidur loh. Eits, kalau mau bilang kalian gak tidur, balik ke omongan saya tadi. You guys SIGNED UP for this.

Jadi, pesan saya cuman satu. Gih, mikir pake otak.

)