Manajemen Area dari Seorang Komandan
Komandan yaitu seseorang yang menggunakan kemampuannya, sikapnya, nalurinya, dan ciri-ciri kepribadiannya yang mampu menciptakan suatu keadaan, sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama perlu mengetahui seluas apa ruang lingkup yang mendasari segala tindakannya dan bagaimana mengorganisir dengan baik segala komponen komponen yang ada di hadapannya. Manajemen proyek yang baik lah yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Berbagai pendapat yang diungkapkan oleh para ahli mengenai manajemen, seperti salah satunya manajemen menurut James A.F.Stoner,
Manajemen adalah suatu proses perencaan, pengorganisasian, leadership, serta pengendalian upaya dari anggota organisasi tersebut serta penggunaan Sumber daya yang tersedia di organisasi tersebut guna mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan organisasi sebelumnya.
Dan seperti yang dikatakan Chaster I Bernard,
Manajemen adalah seni dan ilmu.
Dan masih banyak lagi pendapat para ahli mengenai definisi manajemen itu sendiri, dan semuanya mengarah pada satu inti yang sama yaitu sebuah proses dalam rangka untuk mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara bekerja secara bersama sama dengan orang-orang dan sumber daya yang dimiliki organisasi.
Chaster mengatakan bahwa manajemen itu adalah seni dan ilmu, oleh karena itu manajemen memiliki fungsi. Dan Stoner menunjukan suatu persepsi yang menarik disini akan manajemen. Ia membagi fungsi dari manajemen ini menjadi 4 hal yaitu, perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organization), memimpin (Leading), dan pengendalian (Controlling).
Keempat fungsi manajemen itu bagi seorang pemimpin menurut Stoner adalah sebagai berikut:
Perencanaan (planning) artinya seorang pemimpin terlebih dahulu memikirkan tujuan dan kegiatannya sebelum melaksanakannya. Fungsi ini biasanya berdasarkan suatu cara, rencana, atau logika, yang memang dipersiapkan dengan matang.
Pengorganisasian (organization) artinya seorang pemimpin itu mengkoordinir sumber daya manusia dan sumber daya bahan yang dimiliki organisasi. Sejauh mana efektifnya suatu organisasi tergantung pada kemampuannya untuk mengerahkan sumber daya yang ada dalam mencapai tujuannya. Tentu saja, dengan makin terpadu dan makin terarahnya pekerjaan akan menghasilkan makin efektifnya organisasi. Mendapatkan koordinasi yang sedemikian itu adalah salah satu tugas manajer.
Memimpin (to lead) artinya seorang pemimpin mengarahkan dan mempengaruhi bawahannya, menggunakan orang lain untuk melaksanakan tugas tertentu, Dengan menciptakan suasana tepat, mereka membantu bawahannya bekerja sebaik mungkin.
Pengendalian (controlling) artinya seorang pemimpin berusaha untuk meyakinkan bahwa organisasi bergerak dalam arah tujuan. Apabila salah satu bagian dari organisasi menuju arah yang salah, seorang pemimpin berusaha untuk mencari sebabnya dan kemudian mengarahkannya kembali ke tujuan yang benar.
Pada fase perencanaan dan pengorganisasian, yang perlu diperhatikan oleh seorang pemimpin adalah kualitas (quality), biaya (cost), dan waktu (time). Dalam merencanakan suatu proyek, sang pemimpin ini harus lah mengutamakan yang namanya kualitas dan merencanakan proyek ini se-ideal mungkin. Lalu pada realitanya pasti ada batasan batasan seperti biaya dan waktu yang dapat menghambat atau menghalangi proyek tersebut dari keidealan. Mungkin saja dengan adanya batasan waktu, kualitas suatu proyek akan menurun dan juga jika tidak adanya sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan proyek tersebut. Pada fase memimpin, inilah saatnya pelaksanaan atau biasa disebut dengan eksekusi. Sosok pemimpin sejati sangat dibutuhkan disini karena pemimpin lah yang mengetahui kemana kah ia akan membawa orang orang yang ikut bersamanya, bagaimana kah ia akan menciptakan suatu kondisi yang sangat kondusif mengingat tujuan bersama di awal yang telah diimpikan. Pada fase pengendalian yang memiliki fungsi yang beririsan dengan evaluasi. Dimana tujuannya adalah mengendalikan sistem yang telah dibuat dan nantinya dapat diperbaiki dan bisa digunakan metode alternatif untuk tetap pada jalurnya yaitu menuju tujuan bersama.
Dan bagi seorang Komandan Lapangan laksananya sebagai pemegang komando tertinggi, dengan demikian manajemen dapat dipastikan adanya maksud untuk mencapai tujuan tertentu dari kelompok atau organisasi yang bersangkutan. Sedangkan untuk mencapainya suatu perencanaan yang baik, pelaksanaan yang konsisten dan pengendalian yang kontinyu, dengan maksud agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan efisien dan efektif. Efisien dapat dikatan suatu kondisi atau keadaan, dimana penyeiesaian suatu pekerjaan dilaksanakan dengan benar dan dengan penuh kemampuan yang dimiliki. Sedangkan efektivitas adalah suatu kondisi atau keadaan dimana dalam memilih tujuan yang hendak dicapai menggunakan sarana ataupun peralatan yang tepat, disertai dengan kemampuan yang dimiliki, sehingga tujuan yang diinginkan dapat dicapai dengan hasil yang memuaskan.