Baiklah, untuk topik ini mungkin terlihat sungguh sangat mainstream.
Berdamai dengan masa lalu.
Ada apa dengan masa lalu?
Sesulit itukah berdamai dengannya?
Bagaimana mungkin, seseorang yang pada mulanya kamu pikir sebagai masa depanmu, dalam sekejap mata beralih menjadi masa lalumu?
Hal itu yang pertama kali terbesit ketika hatiku sedang terombang-ambing antara ingin berhenti tapi tidak sanggup untuk melangkah pergi…
Perihal mencintai itu memang banyak ragamnya. Dulu waktu masih kecil, aku cuma tahu kalau cinta itu terbagi jadi lima jenis. Satu, cinta kepada Allah. Dua, cinta kepada Rasulullah. Tiga, cinta kepada kedua orangtua. Empat, cinta kepada kakak. Lima, cinta kepada saudara seiman.
Akhir-akhir ini otak yang telah lama mangkrak dari fungsi aslinya untuk berpikir…