KUMBANG YANG MENGEJAR MATAHARI

kau sang pemuja matahari selalu berbeda dengan aku yang merindukan hujan.

~

senyum mu laksana embun pagi yang dengan rela jatuh di daun

sedangkan aku hanya bisa menjadi kabut, yang dengan setia menunggu mu

suara mu laksana burung kenari yang sedang berkicau

sedangkan aku hanya bisa menjadi pohon yang hanya melihatmu dari jauh

~

dan kau sesungguhnya adalah kumbang…

yang selalu senang mengejar matahari, tanpa pernah tahu selalu ada bayangan yang menemanimu.

dan aku hanya bisa menjadi bayanganmu…

Show your support

Clapping shows how much you appreciated dhimas aditya prasetyo’s story.