tenang dalam balutan sunyi 
hanya hembus angin dan suara mesin pembawa rumput 
kadang menyapa sejenak lalu pergi
aliran lembut yang menghidupkan 
jaringan pipa tua diam bersahaja

dalam kesederhanaan sekitar kita bersua 
alunan kicau burung tak kala datang lalu dia terbang 
rindang pohon yang menyejukkan 
bagi insan yang kepanasan

menjadi saksi zaman belum berubah 
tak kala mesin masih tangguh melewati senja 
terkadang ramai oleh insan yang sengaja datang 
atau perkerja yang sekedar lewat untuk memotong jalan

hewan air anggun lalu lalang dibawah sana 
meski derap kuda sudah tak ada suaranya 
ketenangan yang mendamaikan 
tak kala situasi ibukota sedang panas-panasnya

zaman berganti dan waktu tak hendak tuk berhenti 
terus mengalir dan terus menjadi martir 
sahabat sekitarmu masih setia untuk menyimpan air 
musim berganti dan dia selalu saja memberi


Umbulan (Sumber Mata Air) — Kebun Bangelan PTPN XII
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.