Tua bersama usia

walau panas coba mengangkangi
walau hujan coba tuk memukul 
walau angin dingin coba tuk menarik baju 
walau gelap selalu datang setelah senja

Emplasmen dan taman bunga

kau selalu kokoh melawan itu semua 
meski kau tua bersama usiamu yang tak muda 
kau selalu ada untuk mereka yang belajar dan berjuang 
menjadi pelindung tak kala hujan coba tuk memukul

mejadi benteng tak kala angin dingin coba masuk 
menjadi tameng tak kala gelap datang dengan caranya 
cahaya yang redup itu
cahaya yang remang itu 
cahaya yang sedikit samar terlihat dari jauh

dindingmu terluka dimana-mana 
bajumu sudah koyak dalam ribuan senja yang berganti 
celana lusuhmu berlumur luntur 
warna kulitmu perlahan memudar 
meski kau terkadang dipugar

terima kasih 
terima kasih 
terima kasih

untuk hari-hari senja dan pagi 
yang telah kita lalui bersama 
meski bau kentut selalu mengganggu tidurmu 
kau selalu setia dengan jendela yang terbuka 
tangguh dibawah dwi warna bangsa


Dari Bangelan Untuk Indonesia
A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.