Berlari
Selamat larut dalam dongeng, selamat lelap dalam tidur.
Katanya, doa akan dikabulkan dengan 3 cara oleh Tuhan :
Pertama, langsung diberi sesuai doa.
Kedua, ditahan sampai waktu yang tepat.
Ketiga, diubah karena ada yang jauh lebih baik.
Sewaktu saya masih belia, saya berdoa supaya saya mempunyai keluarga yang baik, secara sederhana tanpa spesifikasi ini-itu.
Sewaktu saya mulai bertumbuh besar, saya berharap agar Tuhan bisa segera mengabulkan permintaan masa kecil saya.
Dan sekarang, saya berdoa agar Tuhan bisa memberikan masing-masing anggota keluarga saya kebahagiaan.
Ternyata benar,
Ada jalan yang lebih membahagiakan dibanding sekedar menyatukan.
And I realize that God didn’t make a plan for me to seek a perfect family, but to create one. Insya Allah.
Tuhan memberikan saya sumber-sumber kebahagiaan di sekitar saya yang saya coba syukuri karena mereka mendorong saya untuk kembali berlari.
Namun,
Apa jadinya sebuah proses berlari, yang dijalankan oleh sepasang kaki yang masih terluka?
Sebuah tulisan menye-menye,
Sebuah tulisan abstrak yang tidak jelas maksud tujuan apalagi esensinya apa.
Rembulan,
Bawa aku hilang dari kesedihan.
Bintang,
Bebaskan aku dari sedih yang mengekang.
Dan malam,
Mungkinkah engkau tahu bilamana usainya semua kelam?
