Menanam Puisi di Matamu

terberkatilah mata itu 
sebagai cawan yang rawan 
dirindukan oleh pemasak kopi,
sedang aku tak ingin menerka-nerka 
pukul berapa kantuk menjebak kita.

terberkatilah mata itu 
sebagai kesalahan yang dijembatani
oleh kemauan hancur dan tersungkur 
di antara lalai dengkur penjaga lalim,
dan kita mengelupas menjadi angka berlipat 
atau kata yang mengatasnamakan puisi.

terberkatilah mata itu 
setelah perayaan dibubarkan, 
dan mulailah pelemparan dadu 
antara rasa dan rindu.

Gorongan, 16

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.