Empat Cara untuk Membuat Otakmu Bekerja Lebih Baik

Penulis The New Yorker’s, Maria Konnikova menjelaskan sains yang melatarbelakangi kenapa kita perlu tidur yang cukup, membuang waktu lebih sedikit dalam dunia maya, dan berhenti melakukan kegiatan multitasking.

Oleh : Chris Mooney

Kamu adalah orang yang sibuk. Menjaga pekerjaanmu menambah hidupmu dan menjadikannya tetap melaju. Itu semua tidak menolong ketika bekerja, kamu bingung tidak hanya oleh handphone-mu, tetapi juga oleh komputermu. Kamu rata-rata membuka sepuluh tab pada browser-mu satu waktu, dan kamu harus meng-klik diantaranya. Satu lagi, email yang tidak pernah berhenti mengalir. Akhirnya, suatu hari kamu tidur lebih sedikit daripada yang seharusnya, akan tetapi kamu berkata kepada dirimu sendiri bahwa tidak pernah ada waktu yang cukup.

Jika ini adalah cara bagaimana kamu hidup, Maria Konnikova memiliki satu pesan sederhana untukmu: Hentikan, kembali rencanakan dan kenali biaya hobimu. Konnikova memutar ulang, lagi dan lagi untuk kembali pada tema bersama: bagaimana kita menggagalkan kebahagiaan kita sendiri dan kadang membahayakan otak kita dalam meraih tingkat produktivitas yang tak tercapai. “Cara yang sudah kita tingkatkan, cara bekerja pikiran kita, cara kita bekerja pada tingkat paling optimal, sungguh semuanya bukan cara yang kita tempuh untuk mengoperasikan hari ini,” jelas Konnikova pada Inquiring Minds Podcast pekan ini. “Saya merasa seperti kalah bertarung dalam pertempuran, tetapi saya berharap di luar sana ada suara-suara, seseorang akhirnya akan mendengar itu, ‘Hey, usaha hiper produktif ini membuat kita lebih sedikit produktif.’”

Berdasarkan tulisan Konnikova, ada empat cara yang dapat merubah gaya hidup kita dan juga meningkatkan kemampuan otak kita dan memahami bagaimana fungsinya.

Tidur yang cukup. Sains masih memiliki banyak hal untuk dipelajari tentang bagaimana kehilangan waktu tidur mempengaruhi kita. Akan tetapi penelitian mulai melihat hal yang agak tersembunyi, terutama dalam keterangan beberapa studi baru mengisyaratkan bahwa fungsi penting dari tidur adalah untuk membersihkan otak dari pembuangan produk biokimia yang dihasilkan oleh aktivitas otak yang sadar.

Jadi, bagaimana kamu memperbaiki kebiasaan buruk tidurmu? Tidak mudah: Itu tidak lebih mudah daripada perubahan mayoritas gaya hidup. “Kamu tidak bisa hanya berfikir begini, ‘Baik, saya tidak pernah mendapat waktu tidur yang cukup, tetapi pada akhir pekan saya akan tidur lebih lama dan saya akan menjadi lebih baik,’” kata Kannokova. “Itu tidak akan berdampak.” Pemulihan dari satu malam dengan tidur yang sedikit mudah, tetapi pemulihan dari kekurangan tidur yang kronis tidak lebih sedikit dari tidur terus menerus.

Berapa lama kita perlu tidur? Tiap orang bervariasi, akan tetapi National Sleep Foundation mengatakan bahwa orang dewasa perlu tujuh sampai sembilan jam permalam.

Hentikan kecanduan terhadap internet. Kamu mungkin heran terkait apa yang internet lakukan terhadap otakmu. Dan khususnya jika kamu bisa mengingat era sebelum internet eksis, kamu mungkin mencatat bagaimana segala sesuatu menyebar luas seperti email yang telah mengubah hidupmu. Itu semua boleh jadi telah membuatmu termasuk jenis pecandu, terbiasa terus menerus berpindah dari task yang satu ke task yang lain: Faceebookan, twitteran, berkirim email, membaca… dan apapun yang muncul.

Menggunakan internet dengan hingar bingar seperti ini hanya berdampak buruk bagi kita, kata Koonikova. “Dimana masalah datang ketika kita mulai melakukan itu semuanya secara serempak, ketika kita mulai memainkan banyak task sangat cepat memindahkan perhatian dari sebuah artikel, ke twit, ke postingan facebook, dan kita hanya berlebihan dalam semuanya,” jelasnya. “Karena secara teori itu sangat menuntut dan membuat kita lebih sedikit sadar dengan apa yang kita baca dan lakukan, dan itu juga hanya membuat kita lelah dan lebih buruk pada banyak tugas yang seharusnya kita selesaikan.”

Jadi, bagaimana cara menggunakan internet dengan lebih baik? Buat aturan untuk dirimu sendiri, begitu kata bijak Konnikova: setengah jam untuk email, ikuti dengan setengah jam untuk Twitter, dan seterusnya. Kamu dapan memaksa dirimu sendiri untuk memiliki kedisiplinan, atau, kamu gunakan sebuah tool untuk menolongmu. Untuk menuntaskan tulisan, Koonikova sendiri menggunakan sebuah aplikasi yang memblok dirinya dari penggunaan internet untuk durasi waktu tertentu, memaksanya bekerja dan fokus.

Bersambung..

Show your support

Clapping shows how much you appreciated diki saefurohman’s story.