
Cerita Kota Untuk Kamu no. 1
Dari jendela, terkilas rumah-rumah dengan atap rendah. Di belakangnya berdiri gedung-gedung tinggi, tampak seperti kakak senior jahanam yang sedang merudung anak baru yang berjongkok membelakanginya. Senyum nyinyir menemani mata sinis yang selalu ingin berkata; akan kubuat hidupmu sengsara walau aku tidak punya dan tidak perlu alasan untuk itu.
Sebentar lagi masuk stasiun Cawang, laju kereta sedikit melambat, yang memang sedari stasiun Tanjung Barat lajunya tersendat. Bukan jam padat, tengah hari dengan cuaca yang kadang terik-kadang mendung. Anomali.
Di stasiun Tebet pantatku mendapat tempat berlabuh. Berhadapan dengan deret depan. Pemandangan sederet manusia yang mencoba memanfaatkan perjalanan ini untuk sedikit terlelap; kemewahan tiada tara.
Di depan sudah jelang stasiun Sudirman, ternyata mampir sebentar saja di Manggarai. Keajaiban memang bisa terjadi, kadang.
Kamu apa kabar?