Cerita dari Utara Jakarta

#01

Tersindir oleh rekan se-divisi-ku yang baru tiga hari kembali ke daerah asalnya namun sudah banyak berkicau, yasudah, inilah sepenggal ceritaku dari ‘rumah’

Sumber: http://7twist.com/wp-content/uploads/2015/07/Taman-Impian-Jaya-Ancol.jpg

Perkenalkan,

Aku tinggal di Kota Administrasi Jakarta Utara, Kecamatan Pademangan, Kelurahan Pademangan Barat tepatnya. Lokasi ini berada di seberang Sungai Ciliwung dan rumahku berjarak 1 km dari gerbang utama Taman Impian Jaya Ancol, untuk sekadar informasi.

Lalu, apa yang menarik dari ‘rumah’ ku ini?


Rasanya sudah menjadi rahasia umum bahwa ada sebuah masalah klasik yang pasti akan dihadapi oleh kota-kota di Pantai Utara Jawa.

Ya, rob atau banjir air laut

Rob ini biasanya terjadi saat air laut sedang pasang, umumnya terjadi di daerah yang permukaannya lebih rendah daripada permukaan air laut, dan warna air banjirnya cenderung tidak terlalu keruh.

Tumbuh besar di daerah rumahku ini membuat aku seolah sudah terbiasa berhadapan dengan banjir air laut tersebut. Harus menerjang banjir yang menggenangi jalan sekitar rumah karena sungai yang meluap. Harus berhadapan dengan banjir yang merendam jalanan saat air laut sedang pasang. Atau bahkan saat tidak terjadi hujan sama sekali.

Sudah tidak asing lagi. Dan memang, kadang agak konyol rasanya. Tapi yasudahlah, mungkin sudah nasib bagi kami yang memilih tinggal di Utara Jakarta.

Namun beberapa tahun belakangan ini, 2 tahun yang lalu mungkin tepatnya, kami seolah mendapat harapan baru yang mungkin dapat menyelesaikan ―atau paling tidak mengurangi — permasalahan rob tersebut.

Pembuatan tanggul di sepanjang Sungai Ciliwung

Proses pembuatan tanggul (Sumber: http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/1416478431.jpg)

Aku masih berkesempatan melihat tumpukan sheet pile (turap beton) diletakkan di sisi jalan dekat Sungai Ciliwung, proses pembongkaran trotoar yang berbatasan langsung dengan Sungai Ciliwung, dan proses penancapan sheet pile beton tersebut di sepanjang Sungai Ciliwung.

Dan kira-kira seperti ini keadaannya sekarang:

Sheet pile beton yang telah terpasang (Sumber: Dokumen pribadi, 2016)
​Trotoar baru yang dilengkapi dengan bangku taman (Sumber: Dokumen pribadi, 2016)​
*FYI: bangkunya dipasang permanen, jangan berpikir untuk diangkut ke himpunan.

Saat ini, beberapa hari belakangan ini mungkin tepatnya, media sedang ramai memperbincangkan pasang air laut di berbagai daerah pesisir Indonesia yang disebut-sebut terjadi karena pengaruh gravitasi bulan.

Gelombang besar terjadi di pantai-pantai selatan Jawa maupun Bali. Dan yang paling hangat, banjir rob terjadi di perumahan elite Pantai Mutiara karena jebolnya tanggul disana (akhirnya HAHA).

Namun untungnya, daerah rumahku masih kering. Berikut ini sedikit perbandingannya:

Sumber: http://image.metrotvnews.com/bank_images/galeri/4991_11245.jpg
Sumber: Dokumen Pribadi, 2016

Banjir rob di seberang Sungai Ciliwung
14 Juni 2013

Lokasi yang sama
12 Juni 2016

Sedikit jumawa mungkin, tapi yasudahlah biar saja.


Kesenangan ini mungkin seolah semu. Pemanasan global, pemanfaatan air tanah secara berlebihan, pembabatan hutan bakau, sampai fenomena penurunan muka tanah rasanya memang tak terhindarkan.

Belum lagi proyek reklamasi dan iming-iming Giant Sea Wall (NCICD) yang kemarin sempat aku ‘diskusikan’ di kampus, nyatanya kini jadi sedekat ini. Literally dekat secara jarak maksudnya. Ya, dekat dengan rencana pulau I, J, dan K tepatnya hahaha.

Entahlah, ada yang bilang kalau tenggelamnya Utara Jakarta (bukan judul novel) adalah suatu keniscayaan. Berbagai proyek yang direncanakan juga entah akan jadi harapan atau malah jadi petaka.

Biarlah, biar waktu yang menjawab.

Ngomong-ngomong, selain di daerah buffer rumahku, bagian Utara Jakarta lainnya juga tidak kalah menarik untuk ditelaah.

Yasudah, tunggu saja ya, cerita lainnya dari Utara Jakarta.

Dina Oktavia
Jakarta Utara, 12 Juni 2016

#TengakTengokKotaKita
#LiburanBarokah
#BukanKastrat
#YUKK!

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.