Balada Wanita Karir

Bahasan yang cukup berat bukan?. Mengenai wanita karir sebenarnya adalah keputusan yang mendilemakan bagi sebagian wanita.

Beberapa memasukkannya menjadi salah satu impian. Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa memiliki ijazah yang tinggi harusnya dipergunakan untuk menemukan pekerjaan yang bonafit. Bukan berdiam diri dirumah mengasuh anak dan suami.

Aku pun demikian. Sejak sekolah, sudah kurencanakan tiap mimpi-mimpiku. Menjadi wanita cerdas dengan pekerjaan aduhai. Tetapi sejak duduk sebgai mahasiswi psikologi, aku belajar banyak hal mengenai jiwa manusia dan proses mentalnya.

Dampak — dampak keterlibatan yg minim antara Ibu dan anak. Hubungan antara pasangan.

Beberapa cara pandangku pun berubah sedikit demi sedikit. Ada pergolakan batin mengenai menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir.

Hingga akhirnya sudah menjadi keputusan besarku untuk memusatkan perhatian utama pada keluarga masa depanku kelak. Allah mempertemukanku dengan wanita — wanita yang condong menisbahkan dirinya untuk keluarganya.

Beberapa bulan yang lalu aku mencoba menjadi guru privat bagi anak spesial. Tantangan yang besar, mengingat sebelumnya pengalamanku sangatlah minim. Aku berbincang dengan Ibu anak didikku. Dimulai perihal Ikhsan sampai menjadi wanita. Beliau berkata bahwa menjadi wanita berpendidikan yang tinggi dan memilih menjadi ibu rumah tangga bukanlah kesia — siaan. Justru mereka dapat mempergunakan ilmunya untuk keluarganya.

Perbincangan kami, sungguh membuatku terkagum kagum pada wanita ini. Bagaimana tidak, menurutku dia berbicara sesuai apa yang dilakukannya. Sungguh Allah Maha Baik bukan? Mempertemukan kita dengan orang — orang baik.

Akan tetapi, memilih menjadi wanita karir pun bukannya aku tidak setuju. Ada banyak wanita yang sebenarnya ingin menjadi ibu sepenuhnya bagi keluarganya. Sayangnya keadaan memaksa mereka. Ntah ekonomi yang lemah atau dia single parent.

Dan ini, sungguh balada wanita karir.

Sudah 4 hari ini, aku mulai bekerja disalah satu klinik spesialis anak. Ada satu hal yang membuatku selalu bertanya-tanya mengenai pekerja wanita disini.

“Apakah mereka sudah menikah?” “Bagaimana suami dan anak — anak mereka dirumah?” “Lalu jika ibunya bekerja, dengan siapa anak2 dirumah?”

Ntah itu pertanyaan menarik atau tidak. Tapi bagiku sangat penting untuk menambah wawasanku perihal masa depan.

Selentingan aku mendengar mereka bahwa ada neneknya dirumah. Beberapa bercerita bahwa single parent adalah jawaban mengapa mereka bekerja. Mantan suami yang tidak bertanggung jawab, membuatnya banting tulang mencari nafkah. Sungguh ironi bukan?

Mereka adalah wanita — wanita super. Pagi bekerja dikantor, sebelum bekerja dan pulang kerumah mengurus anak serta suaminya.

Maka benar, perihal tenaga wanita kalah. Tetapi perihal hati, kami selalu yang terdepan. Dengan hati, wanita selalu memiliki kekuatan yang lebih, melebihi laki-laki.

Jadi yang ingin aku garis bawahi, jangan menilai wanita karir sebelah mata. Jangan kau judge mereka sebagai wanita yang selalu berfokus mengenai aktualisasi dirinya tanpa memperhatikan keluarga.

Karena setiap manusia memiliki alasan ~

Untuk wanita — wanita yang sedang berjuang, bersemangatlah