Kini ketika penetrasi kekuatan internet dan konvergensi digital semakin dalam tertanam di setiap sendi kehidupan maka hampir semua urusan dapat dilakukan oleh kaum milenial hanya dengan bermodalkan sentuhan dan swipe di layar monitor.

Dulu satu pekerjaan yang membutuhkan berhari-hari untuk diselesaikan kini dapat dilakukan hanya dalam hitungan jam bahkan menit. Urusan yang ribet kini semakin lebih mudah. Kontak fisik pun semakin jarang terjadi karena sudah terwakilkan oleh sinyal internet. Frekuensi tatap muka kini tak harus lagi dilakukan di tempat dan waktu bersamaan. Semuanya terasa mudah berkat bantuan teknologi.

Saya kemudian berpikir hal-hal apa saja yang hilang akibat ulah internet saat…


Mungkin bagi sebagian orang menulis adalah sesuatu yang mudah untuk dilakukan apalagi jika menulis sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Namun, bagaimana dengan saya yang tidak memiliki bakat dan keahlian menulis?

Saya merasa lebih tepat untuk disebut sebagai penulis imajiner karena saya dapat merangkai untaikan kata-kata yang harmonis hanya dalam pikiran saja tapi ketika pikiran tersebut dijentawahkan ke dalam tulisan maka hasilnya akan terlihat seperti benang kusut.

Lain halnya jika saya harus menulis artikel atau tulisan mengenai How To, Tutorial, FAQ atau hal yang berkaitan dengan teknis, maka dengan cepat dan terperinci bisa saya lakukan tanpa perlu membuang banyak energi…


Beberapa hari lalu saya sempat bimbang mengenai pilihan apakah harus memperpanjang domain yang telah habis masa aktifnya atau beralih ke platform “gratis” yang sesuai dengan prinsip dan idealisme saya.

Pilihan itu tidaklah mudah karena saya sudah kadung terbiasa menggunakan CMS Wordpress dan jika beralih ke platform baru berarti harus meluangkan waktu untuk setidaknya mempelajari teknis dasarnya tersebut.

Perdebatan panjang dalam benak pikiran pun sengit terjadi sampai pada akhirnya saya membaca sebuah postingan dari Rick Rottman yang berjudul The WordPress GPL Only works if People Don’t Understand It. …


Sedari kecil saya cukup akrab dengan yang namanya membaca koran. Masih teringat dengan jelas bagaimana orang tua saya berlangganan koran Kedaulatan Rakyat, Kompas, Tabloid Otomotif dan tentu saja Majalah Bobo. Koran, pada waktu itu adalah salah satu sumber informasi yang cukup penting bagi keluarga saya yang tinggal di sebuah kota kecil di ujung provinsi Sumatera Selatan.

Kebiasaan untuk membaca koran pun terbawa sampai sekarang walaupun sempat lama vakum ketika masa-masa kuliah dulu. Kini, ketika saya sudah memiliki penghasilan sendiri dan cukup dewasa untuk memperoleh sumber informasi darimana saja, tiba-tiba terlintas di benak pikiran, Apakah koran masih dibutuhkan saat ini?

Pertanyaan…


Kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok) telah memasuki babak final dan disayangkan harus berakhir dengan anti klimaks. Kasus yang menyedot perhatian banyak orang di Indonesia dan juga dunia ini memang benar-benar menimbulkan berbagai sisi pro dan kontra. Bagi yang pro Ahok, apa yang dilakukan oleh sistem peradilan di Indonesia sungguh tidak adil dan mengenyampingkan sisi baik dan humanis dari sosok Ahok. Sebaliknya bagi anti Ahok juga tak kalah serunya, sebagian dari mereka ada yang setuju dengan vonis 2 tahun penjara namun tak sedikit yang menginginkan hukuman yang lebih berat lagi.

Tentu saya tak ingin masuk ke…


Siapa sangka hari yang saya kira akan menjadi hari yang biasa saja ternyata berubah menjadi hari yang mengharukan dan memberi saya sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga. Seperti biasa, ketika di saat pakaian kotor menumpuk, saya memutuskan untuk mencuci baju di sebuah mesin cuci tua di belakang rumah dimana saya biasa tinggal.

Tak ada hal istimewa yang terjadi sampai saat saya mulai membuang air kotor hasil cucian dari slang mesin cuci. Air kotor tersebut mengalir dari mesin cuci menuju lantai luar rumah yang sudah mulai retak dan berlubang dimakan usia. Tanpa saya sadari ternyata di bawah retakan lantai luar tersebut…


Kalau harus ditanya apakah saya penyuka Batik maka jawaban yang akan kalian dengar adalah Tidak. Bukan “tidak” dalam artian saya tidak menyukai seni budaya Batik tapi lebih kepada masalah pakaian. Batik memang kini telah bertransformasi menjadi pakaian yang “harus” dipunyai oleh setiap orang Indonesia. Saya yakin hampir semua manusia Indonesia yang pernah bersosialisasi dalam hidup bermasyarakat pasti setidaknya memiliki satu potong pakaian Batik di lemari pakaiannya.

Namun, ketika saya harus masuk ke dunia kerja dan mulai mendapat undangan “resmi” maka mau tidak mau Batik adalah pilihan yang paling logis dan realistis dibandingkan dengan pakaian jas, misalkan. …


Agama adalah suatu entitas paling hakiki yang pernah dipercayai oleh manusia sepanjang sejarah peradaban dunia. Setiap manusia yang lahir di dunia ini pasti di satu titik memiliki kepercayaan atau agama. Entah itu agama samawi atau agama hasil kreasi manusia itu sendiri, misalkan Scientology. Banyak sekali standar dalam menilai manusia dilandaskan oleh kepercayaan atau agama yang dia anut.

Standar paling umum dalam menilai apakah suatu manusia itu baik antara lain di lihat dari apakah dia mempraktekkan agamanya dengan benar dan “ajeg” seperti yang tertulis dan terwahyukan dalam kitab suci masing-masing. Begitupun sebaliknya. …


dion-barus-minimalis-prinsip-hidup
dion-barus-minimalis-prinsip-hidup

Hidup memberikan banyak pilihan kepada kita, manusia. Dari semua pilihan yang diberikan tersebut tentu akan ada konsekuensinya masing-masing. Memang, apa yang kita pilih tidaklah gratis dan tentu saja ada harga yang harus dibayar. Harga ini bisa dalam bentuk perbuatan dan dapat juga dalam nominal uang. Bagi orang yang memiliki harta tentu akan banyak pilihan yang tersedia untuk dipilih namun sebaliknya bagi yang tidak mampu mereka pun harus memilih dari yang terbatas.

Khusus untuk saya, pilihan itu dapat dilihat sebagai prinsip atau bahasa saintifik-nya, prinsip hidup. Saya bukanlah orang yang diberikan Tuhan limpahan harta kekayaan yang tak terbatas. Saya adalah sebuah…


dion-minimalis-cinta-orang-tua
dion-minimalis-cinta-orang-tua

Terdengar suara orang tuaku di ujung telepon sana memberitahukan bahwa mereka baru saja mendapatkan rejeki yang cukup. Berita ini mereka sampaikan kepada semua anaknya yang kebetulan tinggal berjauhan dari rumah. Tentu saja apa yang mereka sampaikan adalah sesuatu yang membahagiakan untuk didengar terlebih orang tuaku berujar akan membagikan rejeki itu kepada semua anak-anaknya.

Saya yang sulung mendapatkan nominal yang lebih besar daripada adik-adik saya yang lebih kecil. Semua adik-adik saya bahagia tiada tara karena mendapatkan rejeki tiba-tiba namun setidaknya itu tidak saya rasakan. Saya merasa bahwa saya yang tertua tidak cukup pantas untuk mendapatkan nominal yang besar oleh sebab itu…

Dion Barus

I appreciate good writings and good people. Read me more at https://dionbarus.com

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store