Dari Cinta Dalam Inbox Hingga Guru Bangsa Tjokro

Kita awali review dengan menengok tulisan Tante Afiani di blog wordpressnya. Mengawali tantangan dengan tulisan tentang Ayah. Dari judulnya, saya kira akan menceritakan pengalaman bersama Ayah Tente Afiani, hmm ternyata sebuah himbauan untuk para ayah agar lebih menjadi panutan bagi anak-anaknya. Ayah adalah sahabat anak menghadapi tantangan akhir zaman. Tuisan kedua mengenai puisi. Puisi tentang kebosanan. Terus terang saya kurang pandai dalam memahami puisi. Jadi tak pantas saya mengutarakan komentar terhadap puisi.

Tulisan ketiga simple dan jujur. Tulisan yang memeberi semangat untuk menulis. Pada tulisan Mimpi Yang Berbelok, saya kira bakal menceritakan pengalaman seperti film Inception heuhuehue. Berikutnya tulisan berkenaan dengan talk show Om Salim A.F. Semacam pesan dalam pendidikan anak. Di sini Tante Afiani bertindak sebagai reporter lapangan hehe.

Di hari kartini tanggal 21 April, ada tulisan untuk para cewek. Betapa cewek-cewek sekarang dibanjiri dengan informasi bias. Tapi banyak juga kok cewek-cewek yang dibanjiri orderan. Orderan apa yaaa hmmm entahlah, saya kembalikan pada presepsi pikiran anda sendiri. Pada tulisan berikutnya agak membingungkan hmmm :D. Mungkin perlu dinyanikan tulisan Separuh Aku oleh Noah.

Cinta dalam Inbox ini semacam cerbung. Terdiri dari 4 bagian. Lebih kurang 10 menit waktu yang dihabiskan membaca cerbung Cinta dalam Inbox. Kisah singkat mengenai rahasia jodoh. Jadi inget proses sebelum mengucap “Qobiltu nikahaha…..” ☺ Pasarah ajah deh, insyaa Allah jodoh dianter hehe.

Sudah pada nonton film Guru Bangsa Tjokro belum ya..? Saya sih pengennya nonton. Gara-gara membaca review tentangnya. Saat berjalan pulang sehabis membeli nasi goreng Mafia dengan bumbu rempahnya yang nikmat itu, teman saya bilang jika H.O.S Tjokroaminoto adalah guru dari kakeknya Puan. Entahlah.

Tulisan hari ke 13, semacam mengingatkan kepada orang tua agar tidak memaksakan pendapat kepada anak kecil. Surely, anak kecil itu kreatif. Namun, seringkali orang tua dan merasa dewasa di sekitarnya lah yang membonsai kreatifitas itu.

Okaaiii, sekian dulu deh review dari tantangan 15 hari yang disajikan oleh Tante Afiani. Saya sedang menanti 2 tulisan terakhirnya. Sekian…

Show your support

Clapping shows how much you appreciated DiPtra’s story.