Terpaku SEO

DiPtra
DiPtra
Feb 23, 2017 · 2 min read

Kebiasaan nembak keyword ala-ala SEO tetap saya lakukan pada tulisan-tulisan lama di blog ini sejak dua tahun lalu. Jumlah kata dalam tiap artikel pun tetap saya pertahankan, minimal 350 kata dalam satu artikel. Memang sih teknik-teknik SEO yang saya terapkan ada hasilnya, beberapa tulisan saya tentang hidup minimalis sempat nangkring di halaman satu mesin pencarian. Tapi saya merasa ada sesuatu yang hilang.

Memang, model tulisan yang sesuai kriteria algoritma mesin pencari bakal cepat ter-index dan berpeluang besar nangkring di halaman satu pencarian. Namun jika personal blog macam ini terlalu terpaku pada aturan standart SEO, rasanya seperti memburamkan keotentikan karakter dari penulisnya.

Kemudian sejak awal tahun ini, saya bereksperimen menulis dengan lebih santai dan lepas, tidak terlalu memikirkan kaidah-kaidah SEO. Ada rasa yang bahagia hadir ketika menyelesaikan sebuah tulisan. Inilah salah satu alasan saya menggunakan tagline happiness factory, menggantikan tagline enjoying the less dan hidup minimalis yang saya gunakan sebelumnya.

Sarana berbagi dalam bentuk tulisan adalah salah satu bentuk kegiatan untuk memproduksi unsur kebahagiaan.

Tentang mindset mematuhi kaidah algoritma mesin pencari yang ingin saya robohkan untuk tulisan-tulisan selanjutnya adalah kaidah standart jumlah tulisan minimum yang berjumlah 350 kata.

Jika memang sedang ingin menulis panjang, maka tulis saja sepanjang ide tulisan masih mengalir. Namun jika sedang tidak mood dan hanya ingin menulis pendek, maka tidak perlu dipanjang-panjangkan. Tulis senatural mungkin.

Lagian, dunia ini sudah penuh dengan aturan. Ngapain juga membebani diri dengan aturan-aturan lain yang dirasa memberatkan. Maka bebaskanlah jiwamu sesuai dengan fitrahmu. Begitu juga halnya jiwa dalam sebuah tulisan.

Sangat mungkin sekali isi tulisan ini mengandung kebenaran, tapi kemungkinan kandungan kesalahannya bisa jadi lebih besar. Jika ada typo mohon dimaafkan.

salam…
dia yang sedang menulis 273 kata.


Originally published at DiPtra.

DiPtra

Written by

DiPtra

Muhibbin Gus Baha'