Time to Rest

Harus istirahat juga akhirnya. Kecapekan habis perjalanan jauh dilanjut dengan begadang semalaman di TIM dari hari Jum’at malam hingga Sabtu pagi.

Belum sempat istirahat tuntas, harus melanjutkan acara workshop videography di Aston Rasuna Said. Nah di hari Ahad capek-capeknya ngumpul semua. Badan pegel-pegel disertai sedikit pilek.

Pijat refleksi 1,5 jam lumayan mengurangi kelelahan di badan. Paling tidak otot-otot yang kaku menjadi lemas. Cermin tak bisa berbohong, mata gatel seharian ternyata iritasi.

Mata memerah macam ingin mengeluarkan sharingan keluarga Uchiha di kisah Naruto hihi.. Obat tetes mata insto lumayan mengurangi iritasi mata yang saya alami.

Rupanya saya sudah zalim kepada badan saya sendiri. Lalai memberikan hak istirahat kepada badan. Terlalu memaksakan diri menjalani kegiatan yang sudah direncanakan.

Oke, waktunya bedrest seharian, semoga lekas membaik. Mengenali batas-batas diri agar tidak zalim kepada diri sendiri adalah sebuah keniscayaan yang harus saya patuhi.

salam..
 dia yang terlalu memaksakan diri..


Originally published at DiPtra.