Akhirnya pindahan hosting lagi. Penyebabnya sederhana, server sering down. Notifikasi server down terakhir yang saya dapatkan selama 63 menit. Awalnya saya kira hanya blog ini yang down, ternyata blog-blog teman saya yang se-hosting dengan blog ini juga mengalami hal yang sama. Untungnya ongkos sewanya perbulan. Jadi kalo di-terminate sewaktu-waktu tidak rugi banyak.

Hal yang pertama saya lakukan adalah mencari penyedia hosting. Pertimbangannya kali ini adalah dengan harga yang tidak terlalu mahal, tapi bisa dipakai rame-rame. Untuk dipakai rame-rame, salah satu syaratnya adalah space penyimpanan data yang lega dan bandwidth yang besar.

Untuk menelusuri hosting yang bagus, yang saya lakukan adalah ngintip nameserver dari blog teman-teman sesama blogger dan membaca beberapa rekomendasi dari forum.

Alhamdulillah ketemu juga penyedia hosting yang sesuai kebutuhan. Dengan media penyimpanan berupa SSD sebesar 10GB dan bandwidth bulanan unlimited. Rumor server sering down mengenai hosting yang saya gunakan sebelumnya benar adanya.

Satu hosting dipakai rame-rame sebenarnya beresiko resource server akan terpakai habis. Resource ini meliputi media penyimpanan, RAM, dan komputasi CPU. Tapi mengingat trafik blog-blog suka-suka ala-ala itu tidak terlalu rame, bahkan ada yang dicampakkan oleh pemiliknya, jadi insyaa Allah aman. Aman selama tidak ada lonjakan trafik.

Akhirnya proses verifikasi sewa hosting selesai di pagi harinya setelah semalam saya proses transaksinya. Tak sabaran, maka langsung saya proses migrasinya. Berkaca dari pengalaman migrasi hosting beberapa bulan lalu, maka kesalahan yang saya lakukan saat itu semoga tidak terulang lagi.

Untuk refreshingmetoda migrasi, saya membaca ulang urutannya dari blog ini. Migrasinya cukup sederhana dan relatif mudah dengan bantuan plugin Duplicator. Agar semakin mancep cara migrasi hosting maka berikut ini saya tuliskan singkat langkah-langkahnya.

Cara Migrasi Hosting WordPress dengan Plugin Duplicator

  1. Install Plugin Duplicator di dashboard Wordpress
  2. Membuat paket backup yang terdiri dari installer.php dan file archive backup wordpress lalu unduh ke lokal PC
  3. Menyiapkan database dan user baru di hosting yang baru. Catat nama database, username, dan password-nya
  4. Unggah file installer.php dan archive yang sudah diunduh sebelumnya ke hosting yang baru
  5. Ganti nameserver domain dengan nameserver hosting yang baru. Tunggu beberapa jam agar nameserver terpropagasi dengan domain
  6. Jalankan file installer.php dengan cara membuka url domain yang akan dimigrasikan.
  7. Pilih opsi create new database dengan mengisikan nama database, username, dan password yang sudah dibuat sebelumnya pada kolom isian name, user, password. Untuk kolom host biarakan saja terisi localhost.
  8. Lakukan test koneksi database. Jika lolos test koneksi maka proses restore web atau blog ke hosting baru bisa diproses lebih lanjut.
  9. Selesai. Silahkan membuka url domain untuk mencoba apakah proses migrasi sudah berjalan dengan sukses.

Alhamdulillah proses migrasi hosting yang saya lakukan berjalan lancar. Lancar hingga langkah ke-8. Ketika membuka url blog ini ternyata ditemui error.

Pesan kesalahan di browser menunjukkan ada kesalahan sintaks di file wp-config.php baris kode urutan 32. Awalnya saya kira ini karena proses propagasi nameserver yang belum selesai. Namun ketika melakukan pengecekan di dnschecker.org domain ini sudah memiliki nameserver hosting baru.

Sebagai info, setting host database hosting lama dengan yang baru agak sedikit berbeda. Saya kira wordpress masih mengacu pada host database yang lama sehingga terjadi error.

Setelah menunggu beberapa jam, error pada baris kode urutan 32 masih juga nampak. Baris urutan 32 adalah baris yang berisi host database. Saya utak-atik pada bagian itu pun, blog masih menunjukkan error yang sama.

Hampir saja saya menyerah dengan melakukan install ulang wordpress dengan melakukan restore konten secara manual. Ini tentu sangat melelahkan. Sebelum menyerah seperti biasa saya mencari tahu dulu di google, apakah ada yang pernah mengalami kasus serupa dengan saya kali ini.

Alhamdulillah di forum diskusi ada kasus yang sama namun urutan baris kodenya berbeda. Masalah yang saya alami adalah adanya kesalahan sintaks. Tapi saya tidak tahu bagian mananya yang salah. Frustasi..? hoo tentu, ini ada beberapa blog yang harus saya migrasi. Gila saja kalo harus install dan restore manual. Kesalahan yang lalu tak boleh terulang lagi.

Mau tidak mau saya akhirnya metanin file wp-config.php. Membaca barisan kode di dalamnya. Jika ada yang salah tentu dari isian yang saya lakukan waktu membuat database. Karena bagian yang lain dari file wp-config.php tidak berubah.

Tersangkanya ada pada nama database, username, dan password. Ternyata saya menggunakan karakter yang sama dengan “penutup” rangkaian sintaks yang ada. Akhirnya wordpress tidak bisa membaca database yang ada di hosting.

berikut rangkaian kodenya..


// ** MySQL settings - You can get this info from your web host ** //
/** The name of the database for WordPress */
define('DB_NAME', 'database_name');

/** MySQL database username */
define('DB_USER', 'database_user');

/** MySQL database password */
define('DB_PASSWORD', 'uur&3$%'');

/** MySQL hostname */
define('DB_HOST', 'localhost');

Ternyata kesalahan bukan pada baris kode urutan 32. Namun ada pada urutan sebelumnya, yaitu pada password database. Saya menggunakan password dengan salah satu karakternya berupa tanda petik ( ‘ — petik berwarna merah). Sedangkan tanda petik adalah sebagai penutup bahwa password database berupa karakter string.

Hal ini menyebabkan user tidak bisa mengakses database karena ada kesalahan password. Maka seluruh akses kedalam wordpress menjadi tidak dapat diakses.

Alhamdulillah dapat ilmu baru secara otodidak. Merasa lega begitu masalah sintaks ini teratasi. Masalah yang disebabkan sebuah tanda petik. Seolah tak nampak. Tak ada kesalahan sintaks.

Dari sini saya menarik pelajaran bahwa “ke-error-an” yang terjadi dalam hidup ini bisa jadi karena hal-hal kecil yang tidak disadari. Seperti pelari yang terpeleset karena batu yang kecil. Seperti juga keberadaan sariawan kecil yang menutupi kenikmatan makanan yang di makan.

Sejalan dengan puasa, puasa menjadi medium untuk mentafakkuri hal-hal sepele yang menjadi penyebab “ke-error-an” dalam hidup kita. Dimulai dengan mentafakkuri makan dan minuman yang selama ini masuk kedalam tubuh kita, apakah sudah baik secara zatnya maupun cara memperolehnya.

Kemudian sampailah pada keinsyafan bahwa “ke-error-an” ini diakibatkan ketaksadaran akan keinginan yang berubah menjadi kebutuhan. Maka menderitalah kita jika terus-terusan seperti itu. wp-config.php dalam diri ini ada yang perlu dibenahi jika sampai seperti itu.

salam..

ps. maaf jika pembahasn di awal begitu teknis. Sebagi pengingat saja jika sewaktu-waktu harus migrasi hosting ke dedicated server :p

The post wp-config.php appeared first on diptra.

Originally published on Wordpress