Plans are Nothing, Planning is Everything

Sprint demi sprint berjalan, DT mengerjakan backlog-backlog dengan skala prioritas tertinggi menurut penilaian PO dan mampu menyelesaikannya dengan baik, yey! Namun apakah itu cukup? Patutkah kita puas? Let’s step back and take another look…

Sudah menjadi tanggung jawab PO untuk menentukan urutan Product Backlog berdasar skala prioritas. Namun apakah skala prioritas yang digunakan dapat membantu tim untuk meningkatkan value produk semaksimal mungkin? Seringkali skala prioritas justru menjadi jebakan betmen dan menyebabkan tim berkutat dalam sprint-sprint yang less valuable.

Berikut beberapa tips untuk membantu tim (terutama PO) agar dapat menentukan prioritas dari Product Backlog dengan baik:

  1. Be Goal Minded
    Saya pernah mendengar sharing yang menarik mengenai hal ini dari coach Artanto Ishaam (akrabnya disapa Pepe). Perusahaan yang baik memiliki visi yang jelas atas eksistensinya, tujuan besar yang ingin dicapai. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibuatlah produk-produk yang mewakili identitas perusahaan dan dapat membantu perusahaan mewujudkan visinya. 
    PO yang baik memiliki mimpi besar atas produknya, serta dapat menginspirasi orang lain (terutama timnya) untuk menyadari betapa penting produk tersebut, sehingga mereka akan turut bekerja sama untuk mewujudkan mimpi besar atas produk tersebut. Namun hal ini tidak cukup, seorang PO yang baik juga perlu merencanakan product roadmap yang jelas dan achievable. Dimana setiap milestone akan membawa mereka selangkah lebih dekat dengan mimpi besar tersebut.
    Begitu pula dengan sprint. Setiap sprint tidak boleh kehilangan kompasnya, yaitu sprint goal yang akan membawa produk selangkah lebih dekat dengan milestone-milestone yang telah direncanakan.
    -Planning is Everything-
  2. Important vs Urgent
    Important : of great significance or value; likely to have a profound effect on success, survival, or well-being.
    Urgent : requiring immediate action or attention.
    Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua hal dapat berjalan sesuai dengan rencana. Keseharian kita dipenuhi dengan dilema antara hal-hal yang penting (important) atau mendesak (urgent). Penentuan prioritas backlog tidak terlepas dari hal ini. Ada hal-hal yang dapat membawa kita lebih dekat dengan milestone, namun ada pula hal-hal lain seperti isu teknikal yang membutuhkan support atau bahkan ide celetukan dari high level stakeholder
    Bijaklah dalam mem-balancing, apa saja hal-hal penting yang harus tetap dijalankan sesuai rencana, apa saja hal-hal mendesak yang harus diakomodir segera. Encourage DT untuk berkomunikasi secara aktif dengan PO mengenai backlog-backlog yang akan dikerjakan, yakinkan bahwa backlog-backlog tersebut akan memaksimalkan value dari produk, lalu disiplinlah dalam melakukan pengukuran atas value produk.
    -Plans are Nothing-

Parting thoughts…
We are stubborn on vision. We are flexible on details.” -Jeff Bezos
Lakukan perencanaan sebaik mungkin, namun bersiaplah untuk “bermanuver” dalam eksekusinya. Selain 2 tips di atas, tentunya masih banyak tips-tips lain yang dapat membantu kita agar tidak terjebak dalam sprint yang less valuable. Care to share?