Dirja Wiharja
Jul 24, 2017 · 2 min read

Memoeliakan Edjaan Lama; Soekarno Akan Tetap Soekarno dan Pramoedya Boekan Pramudya

Oentoek Kawan Ilham Mustamin, jang moelai menoelis sedjak tahoen 2015.
Terimakasih atas soeratnja. Saja soedah membatjanja. Soenggoeh menarik sekali.

Pertama-tama, terimakasih saja mesti hatoerkan kepada Saoedara Dirja, jang telah mendjadi penghoeboeng soerat, hingga bisa sampai ke tangan saja. Moengkin, ada baiknja Saoedara Dirja djoega jang mesti menjampaikan soerat saja ini kepada Kawan Ilham. Oh iyah, adakah dalam waktoe dekat ini Saoedara akan mengikuti djedjak Darja ke pelaminan?

Saja djuga ingin mengutjapkan selamat atas moentjulnja pemberitaan atas perkompoelan Saoedara di media tjetak lokal. Awalnja, saja tjoekoep antoesias membatja tadjuk berita terseboet. Namoen, setelah saja batja, pemberitaannja koerang menarik.

Di media tjetak lokal itoe, saja temoekan penoelis besar jang diloetjoeti namanja. Penoelis itoe seperti ditelandjangi oleh generasinja sendiri. Apakah editornja terlampaoe modern?

Kawan Ilham Mustamin, saja akan melandjoetkan membalas soerat Saoedara.
Saja akan memoelai mendjawab pertanjaan Saoedara, tetapi saja tidak ingin langsoeng pada intinja. Biarlah Saoedara sendiri jang menjimpoelkan setelah membatja peneloesoeran saja berikoet ini.

“Ada satoe boekoe terbitan Bhatara di tahoen 1971, Kisah Daripada Bahasa, ditoelis oleh Mario Pei jang kemoedian diterdjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Nugroho Notosusanto. Boekoe ini kemoedian dioelas oleh Bandung Mawardi. Dalam oelasannja, Bandung Mawardi menemoekan sepenggal kalimat ini: Buku ini dicetak dalam Ejaan Yang Belum Disempurnakan. Harap pembaca maklum. Bandung kemoedian berpandangan, Barangkali penerbit mengira pembaca bakal terkutuk akibat membaca tulisan tanpa EYD. Keterangan itu membuatku tertawa.

“Bandung adalah salah satoe penoelis Indonesia jang sampai saat ini masih tetap menoelis dengan menggoenakan edjaan lama. Sebagaimana dirinja pernah sesoembar, ingat, aku sering membuat kliping artikel-artikel tentang ejaan di pelbagai majalah, koran, jurnal. Aku juga sudah mengoleksi puluhan buku mengenai ejaan. Aku merasa enak membaca edisi terjemahan tanpa EYD. Penerbitan dengan kertas buram semakin membuat mata memberi perhatian.

“Temoean ini joega moengkin akan sedikit megoebah pandangan Saoedara. Setelah edjaan Suwandi disepakati di tahoen 1947, masih ada djuga boekoe-boekoe jang menggoenakan toelisan edjaan lama. Misalnja, Soetan Sanif dengan boekoenja Pantjaran Bahagia (1948); M. Yamin - Soempah Indonesia Raja (1950); Sitor Situmorang - Wadjah tak Bernama (1955); dan moengkin masih banjak lagi.

“Nah, apakah nama-nama jang saja seboetkan di atas, bisa kemoedian kita simpoelkan sebagai orang-orang jang pro-kolonial? Tidak Nasionalis?
“Anggapan Joss Wibisono, mesti ditimbang-timbang lagi dengan tjermat. Boeah hasil nasionalisme mesti dioekoer dari berbagai soedoet pandang. Bagi saja, bahasa hanjalah salah satoe bagian terpenting dari sedjarah Indonesia. Namoen, meloepakan (meninggalkan) kebahasaan, sama halnja menghapoeskan sebahagian sedjarah itoe.

Kawan Ilham Mustamin.
Oentoek persoalan nama, alangkah bagoesnja jika kita bisa menempatkan nama seseorang sesoeai dengan edjaan asalnja. Misalnja, Pramoedya dan boekan Pramudya.

Nama adalah do'a, sampai detik ini saja masih mempertjajai hal itoe. Sedang dalam tradisi masjarakat Bugis-Makassar, nama adalah moestika. Itoelah mengapa orang-orang Makassar pernah menoentoet pengembalian nama kota Makassar. Djadi, nama tidak sesederhana anggapan Shakespeare.

Mengenai Soekarno jang ingin dipanggil Sukarno, seperti jang Saoedara seboetkan dari boekoe Cindy Adams, saja lebih melihatnja sebagai alasan politis sadja. Soekarno itoe politisi, seorang pemimpin jang lihai menarik simpati rakjat, dengan bersoember pada djualan nasionalisnja.

Kawan Ilham Mustamin.
Berhentilah membela media lokal, dan moelailah mempertanjakan isi beritanja. Oh iyah, Adakah Hasmia masih membatja boekoe?

Sunardi Purwanda. Seorang lelaki yang sedang menunggu kelahiran anak pertamanya.

    Dirja Wiharja

    Written by