I’m OK.

Hei, aku gapapa. Jangan khawatir, aku udah biasa sendiri kok. Berkali-kali diselimuti gelap dan sepi, situasi seperti ini udah jadi makananku sehari-hari. Tinggal kunyah dikit meskipun sakit lalu telan. Gampang kan?

Hei, please don’t pity me. Aku beneran gapapa. Kamu boleh pergi, tinggalin semuanya disini biar aku yang beresin. Mungkin suatu saat nanti jika semua sudah benar-benar selesai aku akan mencoba memberanikan diri untuk berdiri dan berlari, menjemputmu yang sudah jauh berlayar pergi. Oiya, sebelum itu bolehkah aku memintamu satu permintaan terakhir?

Tolong hapus air matamu, karena aku tau semuanya palsu.

Tidak perlu mencari tau kenapa kita harus berakhir. Juga tidak perlu menyalahkan siapa pun. Kita simpan saja sendiri, mungkin memang semesta tidak ingin kita bersama. Atau mungkin… memang itu yang kamu mau? Melupakan semuanya, memulai yang baru dan meninggalkanku di lubang hitam penuh tanda tanya. Tak apa, lagipula menceritakan dan menjelaskan semuanya membuatku lelah dan sedikit sakit. Kamu benar, semesta memang sudah tidak ingin kita bersama.

Hei, sudahlah. Aku gapapa. Kamu juga begitu, kan?