Dunia, Apa Kabar?
24, 25, 26, rasanya terlalu surreal. Tiba-tiba berlalu aja gitu. Berpindah tempat, tinggal di suatu tempat, meninggalkan dan ditinggalkan. Sebenarnya banyak yang terjadi, tapi ada rasa denial “gue ngapain aja 2 tahun?” Sebenarnya semua terasa lama, tapi juga “kok tiba-tiba udah 26 tahun?”
Dunia apa kabar. Sepuluh tahun yang lalu, apa yang dipikirkan ya. Pemikiran, kebiasaan, dan segalanya. si 16 tahun yang terlupakan. Tapi bahkan lebih terlupakan 18 19 20 21 22 23. 6 tahun! Hanya ada fragmen. Beberapa scene yang patut untuk diingat. Terlalu mudah melupakan, terlalu dalam mengingat pun.
Dunia apa kabar. Di sini berusaha jadi bisa segalanya untuk hidup. Kalau boleh milih, lebih baik tetap jadi anak yang tidak tahu apa itu dunia, iya. Dunia terlalu ribet, bahkan 26 pun ga bikin dunia jadi mudah. Tingkat kesulitannya semakin lama semakin intermediate, padahal mungkin kemampuan masih beginner.
Proyek ini rasanya seru, karena berusaha untuk memahami apa itu dunia dari sudut pandang 26 yang dianggap sudah cukup umur. Tapi memahami dunia di umur segini cukup malas sih, karena fokus ingin semua. terlalu ingin semua. Maruk ya. Memang.
