Lelaki Harimau dan Kompleksitas Relasi Manusia

Djamak
Djamak
Aug 27, 2017 · 4 min read
image source: koleksi pribadinya Ode

“Pada lanskap yang sureal, Margio adalah bocah yang menggiring babi ke dalam perangkap. Namun di sore ketika seharusnya rehat menanti musim perburuan, ia terperosok dalam tragedi pembunuhan paling brutal. Di balik motif-motif yang berhamburan, antara cinta dan pengkhianatan, rasa takut dan berahi, bunga dan darah, ia menyangkal dengan tandas. “Bukan aku yang melakukannya,” ia berkata dan melanjutkan, “Ada harimau di dalam tubuhku.”

Setelah hampir dua pekan mengalami mogok baca, akhirnya saya menyelesaikan satu lagi karya Eka Kurniawan, salah satu penulis kesayangan saya. Saya mulai mencintai tulisan-tulisan Eka ketika pertama kali membaca Cantik Itu Luka (2002), bagaimana tidak, di bagian awal novel saya sudah dikejutkan dengan adegan tokoh yang bangkit dari kubur setelah dua puluh satu tahun kematian. Lalu dengan gemulainya menyeret saya pada kejutan-kejutan besar yang membuat saya tersenyum juga acapkali menggelengkan kepala ckck. Gila! bisanya seorang gundik bersama kekasihnya bercinta dengan berahi serta gairah di atas sebuah bukit, ditonton orang-orang kampung juga orang Belanda, sebelum kemudian terjun dari bukit menghilang tanpa bekas. Belum lagi tokoh-tokohnya yang perilakunya sama sekali tidak menyakinkan secara psikologis, hingga pada bagian akhir novel yang setebal kitab suci itu mengantar saya pada logika misteri anak-anak, tentang arwah penasaran yang membalas dendam. Betapa menggemaskannya Eka!

Tetapi tidak, kali ini saya tidak akan membahas Cantik itu Luka, melainkan novel dengan sinopsis pada pembuka tadi, Lelaki Harimau (2004). Lagi-lagi Eka membuat kejutan, kalimat pembuka novel ini merupakan awal sekaligus akhir dari ceritanya. Tetapi tetap dengan alur cerita yang sama, Margio membunuh Anwar Sadat.

Lelaki Harimau mengisahkan tentang suatu keluarga yang tidak bahagia, Komar dan Nuraeni yang tidak pernah akur, Komar senantiasa berbuat kasar terhadap istri dan anaknya, tentu saja anak-anaknya –Margio dan Mameh membenci sang ayah. Nuraeni kemudian berselingkuh dengan majikannya Anwar Sadat, dan Margio lalu membunuh Anwar Sadat saat dia mengetahui bahwa laki-laki penjahat kelamin itu tidak mencintai ibunya. Kekejaman serta kejahatan tergambar jelas dalam novel ini, tetapi pembaca atau saya pribadi cenderung sulit menentukan siapa di antara para tokoh yang bersalah. Entah itu Komar karena dia begitu kasar, Nuraeni dan Anwar Sadat yang berselingkuh, atau Margio yang melakukan pembunuhan. Sementara pada beberapa kesempatan Komar berupaya membuat istrinya bahagia, tapi Nuraeni sepertinya sudah menutup diri dari usaha yang dilakukan suaminya. Sikap kasar Komar semakin tidak terkendali karena gagal memenangkan hati sang istri. Sedang Nuraeni tidak dapat sepenuhnya disalahkan, hidupnya telah banyak menderita akibat kekasaran Komar, sehingga adalah hal yang wajar jika dia merasa begitu istimewa diperlakukan dengan mesra oleh Anwar Sadat. Begitupun keadaan Margio, bagaimana bisa seorang anak yang selalu membela ibunya dapat bungkam begitu saja saat mendengar Anwar Sadat meremehkan ibunya.

Tanpa disangka, ternyata kehancuran perkawinan Komar dan Nuraeni itu berawal dari sebuah kesalahpahaman sepele saat mereka masih pacaran, Komar tidak menepati janjinya untuk mengirimi Nuraeni surat hingga Nuraeni merasa tidak diperhatikan dan tidak dicintai olehnya. Padahal Komar bukan melupakan janjinya, melainkan dia tidak tahu apa yang mesti ia katakan. Seumpama lidah, ia kelu tak tahu mesti berkata apa.

Hampir semua tokoh yang terlibat dilukiskan dengan penuh simpati, perbuatan dan perasaan mereka dapat dipahami karena peristiwa yang dialami para tokoh. Seperti semuanya terjadi begitu saja, bukan karena persoalan-persoalan besar seperti bencana alam, kemiskinan, dan lain-lain. Tetapi justru disebabkan oleh hal sepele, seandainya Komar menulis surat-surat cinta penuh omong kosong seperti para pemuda lain, kisahnya pasti akan menjadi sangat berbeda.

Lelaki Harimau juga tak luput dari unsur seksualitas. Hubungan seks yang digambarkan adalah hubungan seks yang penuh kekerasan antara Komar dan Nuraeni, serta hubungan perselingkuhan Nuraeni dan Anwar Sadat. Bagaimana Nuraeni selalu menerima perlakuan kasar dari suaminya, dan untuk pertama kalinya merasakan kenikmatan seksual dari perselingkuhannya tersebut. Meskipun bagi masyarakat perselingkuhan semacam itu merupakan “dosa”, tetapi Eka berhasil menceritakannya dengan apik hingga kita dapat merasakannya sebagai hal yang wajar terjadi jika diposisikan demikian.

Mesikipun demikian, perilaku tokoh Margio agaknya tetap menjadi misteri, dia memang memiliki alasan untuk membenci Anwar Sadat, tetapi sukar dijelaskan mengapa dia sampai melakukan pembunuhan yang cukup kejam dengan cara menggigit lehernya hingga nyaris putus. Semacam ada kontradiktif disini, mengapa Margio yang masih terbilang muda selalu dapat menahan nafsu menghabisi ayahnya sendiri yang juga sangat dibencinya, tetapi kehilangan kontrol saat berhadapan dengan Anwar Sadat. Atau bisa jadi Eka coba menyampaikan kepada kita bahwa selalu ada unsur buas dan tak terduga dalam diri manusia.

Bagaimanapun juga Lelaki Harimau menyadarkan saya betapa nilai-nilai moral yang diajarkan dan ditanamkan oleh masyarakat pada kita cenderung sederhana dan tidak mendalam. Bagaimana mungkin dengan mudahnya kita menilai perselingkuhan yang dilakukan Nuraeni adalah ‘dosa’ atau kesalahan, jika kemesraan dalam perselingkuhan itu justru satu-satunya kebahagiaan yang ia punya dalam hidupnya?

Saya pribadi menyukai cara Eka menyuguhkan plot yang menunjukkan betapa kompleksnya hubungan manusia. Sehingga membuat kita kembali mempertanyakan nilai-nilai yang ada serta membuat kita sadar bahwa hidup ini tidak sehitam-putih yang dibayangkan.

Makassar, 26 Agustus 2017

Ode

)
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade