Sajak Kita Kota
Jul 24, 2017 · 1 min read
Aku mengingat kau
Seperti nyonya muda yang tak lupa membayar tagihan
Kredit tiap bulan
Bedanya, untukmu aku tak menyicil rumitku
Pada baris-baris trotoar kota
Terpampang sajak-sajak kerinduan kita sisa semalam
Demi rindu kita
Kutinggalkan sampah sebagai jejak menuju rumahmu
Kita semakin dekat dan juga jauh
Ada ruang-ruang bernyawa yang tak lagi kita masuki
Katanya jalan sudah tak berkawan
Semua bisa diselesaikan dalam genggaman
Aku kehilangan kata-kata ‘tuk sekedar menyapa
“Bagaimana harimu hari ini?”
Namun hanya berhenti pada,
“Sudah terima pesanku?”
Kepalaku pun menjadi kantor yang tak menerima cuti
Bekerja, bekerja, bekerja
Siang malam, tak mengenal hari minggu atau libur nasional
Hanya satu usahanya,
Mengingat-ingatmu selalu
