Sajak Sehari-hari
Malam ini aku ingin memerah sepi
Saat aku belum mampu kau sapih sendiri
Seperti ibu muda yang tak mampu beri ASI
Karena KPR terus belajar berlari
Siang ini aku mau makan dari bibirmu
Semenjak aku makin lapar pada hatimu
Bersama kepungan paduan suara jalanan
Berharap suaranya terdengar saat pemilihan
Pagi ini masih saja kubaca kisah
Setelah semalaman kudengarmu kasih
Sisa cerita penjaga gardu keamanan
Tentang hidup tanpa kenyamanan
Tapi aku berharap sore ini tetap
Saat kita saling beradu tatap
Terheran-heran pelajaran kata-kata cinta anak SD
Yang terlalu cepat jadi SMA
Kurikulum kehidupan yang kacau
Butuh bertahun-tahun untuk meluluskan cinta monyet
Pada manusia yang menyebut sesamanya anjing
Warga kota tak ada waktu untuk sajak
Sejak waktunya habis bergerak antar jarak
Melahirkan bahasa liar yang dilarang lahir
Rahim yang mengandung kata-kata prematur
Semua makna saling menggali kubur
Lalu kita kerja keras untuk terhibur
Sampai lupa untuk tidur
