Sepi Kotamu

Malam hari di kotamu
Dingin ikut tidur di sakuku
Biasa hangat jemarimu menginap di dalamnya
Sepi ribut bersahutan di persimpangan
Toko toko sudah bisu
Karena siang sibuk menghabiskan sisa kenangmu

Masih berat kantuk di kantung mata
Jarum jam tak bergerak pada
Mesin mesin pembangkit ingatan
Setiap kelokan ini berhenti dengan pertanyaan
Pada siapa kau pergi?
Kemana kamu akan kembali?
Di sini angin mengutuk sendiri

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.