Bukan Kisah Romantis.

thedinddapa
Nov 7 · 2 min read

“Berdamailah dengan dirimu, maka tak ada kesedihan yang mampu membuatmu sedih”

Ini tulisan tentang aku yang mencoba berdamai dengan diri dan perasaanku, dimana aku mencoba menyatukan antara hati dan pikiran, mencoba memadu harmoni antara ekspektasi dan realita. Mungkin bagi kalian tulisan ini akan terkesan membosankan karena hanya berisi tentang ungkapan kepedihan dan keputusasaan seseorang. Tulisan ini tidak akan ‘seindah’ tulisan-tulisan ‘Dilan’ kepada kekasihnya ‘Milea’. Tetapi dapat ku pastikan tulisan ini berisikan kejujuran tentang apa yang kurasa.

Sebelumnya aku mengatakan bahwa tulisan ini berisi tentang kepedihan dan keputusasaan, tetapi bukan berarti saat ini aku sedih, mungkin aku berhasil berdamai dengan diriku, mungkin juga aku sudah terbiasa dengan rasa kecewa ini, karena rasa ini pun sudah tak asing denganku, kami seperti sudah saling berkompromi.

Pagi ini, aku terbangun dengan kondisi yang kurang baik, tapi pikiranku terbuka sehingga tulisan ini pun dengan lancar aku tulis. Lagi, Pagi ini, aku merasa diriku pada hari-hari sebelumnya terlalu memaksakan perasaan. Ya memaksakan. Memaksakan memiliki kata dasar paksa yang menurut kbbi memiliki arti mengerjakan sesuatu yang diharuskan walaupun tidak mau. Sedangkan, memaksakan sendiri memiliki dua definisi, yang pertama, mendesakkan sesuatu kepada, Dan yang kedua, berbuat melebihi batas kenyataan yang sebenarnya. Ya, aku merasa aku melebihi batas kenyataan yang sebenarnya, semua imajinasi indah yang telah aku bangun bersama pikiranku sepertinya berhasil menutupi kepedihan realita. Aku terlalu memaksakan perasaan, aku memaksa menanamkan dipikiranku bahwa dia pun memiliki perasaan yang sama denganku, dimana kenyataannya tidak seperti itu. Aku tersadar, sikapnya selama ini hanya semata-mata hanya untuk mengapresiasi segala kebaikanku kepadanya, dan skenario terburuknya, sikapnya selama ini hanya karena mengasihani aku. Sungguh memalukan rasanya jika aku menganggap dia memiliki perasaan yang sama denganku.

Ya hanya itu saja yang ingin aku tuliskan. Sesederhana ini lah tulisanku dan sesederhana itu lah keresahanku. Sesederhana perasaanku kepadanya.

Ditulis ketika penulis patah hati.

    thedinddapa

    Written by

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade