Sektor pertanian merupakan salah satu dari tiga sektor utama penggerak ekonomi nasional negeri ini setelah sektor industri dan perdagangan.
Sektor pertanian menjadi sektor penting untuk perkembangan ekonomi Indonesia mengingat Indonesia adalah Negara Agraris, dimana hampir seluruh daerah memiliki potensi pertanian yang melimpah.
Di era revolusi digital saat ini, inovasi teknologi bukan hanya berfungsi untuk memudahkan akses informasi, akan tetapi menjadi salah satu sumber daya untuk melakukan analisa dalam pengambilan keputusan penting. Di era dimana data & informasi begitu melimpah fungsi inovasi teknologi dalam pengelolaan data dan informasi sangat diperlukan.
Pada sektor pertanian, berbagai pengusaha pertanian juga sudah mulai sadar akan pentingnya inovasi teknologi untuk mengembangkan bisnis mereka di era digital saat ini.
Untuk meningkatkan perkembangan usaha pertanian, DTC sebagai perusahaan IT Consultant Company melakukan Studi Kelayakan Manajemen Inventaris Komoditaspertanian untuk menemukan solusi yang mampu menunjang keberhasilan pengusaha pertanian dan petani dalam pengelolaan data komoditas & analisa bisnis yang sedang berjalan.
Studi ini dilakukan untuk mengkaji permasalahan data komoditas pertanian dan mengidentifikasi kebutuhan untuk optimalisasi kerja di lapangan.
DTC sebagai perusahaan IT yang memiliki misi untuk mengubah bisnis menjadi lebih baik melalui inovasi teknologi melakukan studi manajemen inventaris komoditas dengan metode survei. Adapun survei yang dilakukan adalah sebagai berikut:
A. Survei Tingkat Pemanfaatan Internet Oleh Petani

Pelaksanaan Pencarian Data Komoditas Oleh Tim DTC
DTC melakukan survei untuk mendapatkan data mengenai pemanfaatan teknologi internet oleh kalangan petani. Hasil survei menunjukkan, implementasi teknologi dengan memanfaatkan internet masih sulit diterapkan di kalangan petani mengingat tingkat pengetahuan (SDM), serta tingkat pendidikan yang masih rendah menyebabkan para petani masih belum terlalu familiar dengan teknologi internet.
Hasil survei responden terhadap peran internet dalam membangun usaha petani
Grafis statistik hasil survei diatas menunjukkan perlu dilakukannya penyuluhan dan edukasi mengenai teknologi penggunaan internet dikalangan petani melalui program-program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat. Penyuluhan dan edukasi ini perlu dilakukan agar para petani juga bisa memanfaatkan teknologi internet dalam pengembangan hidup dan usaha mereka.
B. Survei Informasi Komoditas Pertanian

Penggunaan aplikasi komoditas pada petani lokal
Untuk informasi komoditas baik itu informasi harga dan ketersediaan stok komoditas masih dijalankan dengan pola konvensional dengan menjadikan penyuluh sebagai pemeran utama dalam menjalankan aktivitas tersebut. Metode konvensional ini membuat perkembangan sektor pertanian menjadi lambat berkembang karena sumber data yang gampang diubah dan tidak up to date secara real time.
Hasil survei dari responden mengenai informasi komoditas pertanian
C. Analisis SWOT
Pada tahap akhir, DTC melakukan analisis SWOT sebagai langkah akhir penelitian setelah berbagai data survei telah didapat. Analisis SWOT dilakukan untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat dimana analisis ini merangkum hasil data survei ke beberapa bagian yaitu kekuatan (strenghth) , kelemahan (weaknesses), kesempatan ekternal (opportunity) dan ancaman (Threats) dalam pengembangan aplikasi ini.
Berikut hasil dari analisis SWOT yang sudah dilakukan:

Metodologi analisis SWOT yang digunakan DTC
Hasil Studi Manajemen Inventaris Komoditas oleh DTC
Setelah melakukan riset dan survei di kalangan pengusaha pertanian dan para petani. DTC membangun aplikasi Sistem Manajemen Inventaris Komoditas sebagai solusi untuk pengolahan data & manajemen invetaris komoditas yang dapat diakses secara online menggunakan teknologi internet berbasis aplikasi web.
Aplikasi manajemen inventaris komoditas ini dikembangkan agar para pengusaha di industri pertanian dapat mengakses, memodifikasi, dan menganalisa data komoditas dari usaha pertanian mereka.
Melalui sistem informasi manajemen komoditas tersebut para pengusaha pertanian dapat melakukan pengambilan keputusan untuk mengembangkan usaha pertanian mereka agar lebih maju dengan melakukan optimalisasi usaha dan perbaikan yang perlu dilakukan.
Sistem manajemen informasi data yang diterapkan pada mekanisme pembuatan aplikasi komoditas
Aplikasi Sistem Manajemen Inventaris Komoditas untuk Rumput Laut
Setelah melakukan riset dan survei di kalangan pengusaha pertanian dan para petani. DTC membangun aplikasi Sistem Manajemen Inventaris Komoditas sebagai solusi untuk pengolahan data & manajemen invetaris komoditas yang dapat diakses secara online menggunakan teknologi internet berbasis aplikasi web.
Aplikasi Sistem Manajemen Inventaris Komoditas ini bernama Panrita. Panrita merupakan aplikasi Sistem Manajemen Inventaris Komoditas untuk rumput laut. Melalui aplikasi ini pengusaha dapat mengetahui jumlah stok komoditas rumput laut secara real time. Informasi yang didapatkan seperti jumlah stok di gudang serta harga komoditas rumput laut di pasaran.
Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Inventaris Komoditas rumput laut ini lebih ditujukan untuk kalangan pengusaha pertanian untuk memudahkan mereka dalam pengolahan data komoditas dan melakukan analisa bisnis untuk pengembangan usaha selanjutnya.

Tampilan utama pada website Panrita

Halaman utama pada website Panrita yang menampilkan informasi komoditas rumput laut
Untuk kalangan petani, DTC juga memberikan solusi untuk membantu mereka dalam kemudahan akses informasi komoditas secara realtime melalu aplikasi mobile Panrita. Pada aplikasi mobile Panrita petani dapat mengetahui harga rumput laut di pasaran secara realtime, stok komoditas rumput laut berdasarkan jenis serta pemasok / pengusaha yang ingin membeli komoditas rumput laut.

Tampilan fitur pada aplikasi mobile Panrita

Detail Informasi komoditas rumput laut pada aplikasi Panrita
