Guruku Yang Cantik di Sekolah Ternyata Seorang Hypersex

Guruku Yang Cantik di Sekolah Ternyata Seorang Hypersex — Namaku Ken, cukup terkenal di sekolahku. Mungkin karena aku bandel dan sering berganti-ganti cewek. Banyak teman sekolahku yang pernah aku tiduri. Mereka tergila-gila setelah menikmati kontolku yang luar biasa dan tahan lama kalau bersetubuh.

Sore itu, setelah semua pelajaran selesai aku bergegas pulang kerumah. Semua buku-buku sudah kumasukkan kedalam tas. Kustart sepeda motorku menuju jalan raya. Tapi di tengah perjalanan aku baru ingat, pulpenku tertinggal di dalam kelas. Dengan tergesa-gesa aku balik lagi ke sekolahku. Setelah mengambil kembali pulpenku, aku berjalan lagi menuju parkir sepeda motorku. Untuk mencapai tempat parkir, aku harus melewati ruangan guru.

Ketika melewati ruangan guru-guru, aku mendengan suara mendesah-desah disertai rintihan-rintihan kecil. Aku penasaran dengan suara-suara itu. Aku mendekati pintu ruangan, suara-suara itu semakin keras. Aku semakin penasaran dibuatnya.

Kubuka pintu ruangan, dengan berjalan mengendap-endap, aku mencari tahu darimana datangnya suara-suara itu. Begitu mendekati ruangan Bu Imelda, aku terkejut. Disana kulihat Bu Imelda, guru bahasa Inggrisku yang telah setahun menjanda, sedang bercumbu dengan Pak James, guru olahragaku, dalam poMeli berdiri.

Bibir mereka saling kecup. Lidah mereka saling sedot. Tangan Pak James meremas-remas pantat Bu Imelda yang padat, sedangkan tangan Bu Imelda melingkar dipinggang Pak James. Mereka yang sedang asik tak tahu akan kehadiranku. Aku mendekati arah mereka. Aku membungkukkan badan dan bersembunyi dibalik meja, mengintip mereka dari jarak yang sangat dekat.

Mereka menyudahi bercumbu, kemudian Pak James duduk dipinggir meja, kakinya menjuntai kelantai. Bu Melca berdiri didepannya. Bu Imelda mendekati Pak James, dengan buasnya dia menarik celana panjang Pak James. Tak ketinggalan celana dalam Pak James juga diembatnya. Hingga Pak James setengah telanjang.

Bu Imelda menguru-urut kontol Pak James. Kontolnya yang tidak begitu besar, sedikit demi sedikit menegang. Bu Imelda membungkukkan tubuhnya, hingga wajahnya pas diatas selangkangan Pak James. Kontol Pak James diciuminya.

“Isep.. sayang.. isep.. kontolku” suruh Pak James.

Bu Imelda tersenyum mengangguk. Dia mulai menjilati kepala kontol Pak James. Terus turun kearah pangkalnya. Bu Imelda sangat pintar memainkan lidahnya dikontol Pak James.

“Oohh.. enakk.. sayang.., truss.., truss”.

Pak James mengerang ketika Bu Imelda mengulum kontolnya. Seluruh batang kontol Pak James masuk kemulutnya. Kontol Pak James maju mundur didalam mulut Bu Imelda. Tangan Bu Imelda mengurut-urut buah pelirnya. Pak James merasakan nikmat yang luar biasa. Matanya merem melek. Pantatnya diangkat-angkat.

Aku sangat terangsang melihat pemandangan itu. Kuraba-raba kontolku yang menegang. Kubuka retsleting celanaku.Kukocok-kocok kontolku dengan tanganku. Birahiku memuncak. Ingin rasanya aku bergabung dengan mereka, tapi keinginan itu kutahan, menunggu saat yang tepat.

Lima belas menit berlalu, Pak James menarik dan menjambak kepala Bu Imelda.

“Akhh.., akuu.. mauu.., ke.. keluar sayang” Pak James menjerit histeris.

“Keluarin aja sayang, aku ingin meminumnya” sahut Bu Imelda.

Bu Imelda tak mempedulikannya. Semakin cepat dikulumnya kontol Pak James dan tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal kontol Pak James seirama kocokan mulutnya. Kontol Pak James berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.

Dan crott! crott! crott! Pak James menumpahkan spermanya didalam mulut Bu Imelda. Bu Imelda meminum cairan sperma itu. Kontol Pak James terus dijilatinya, hingga seluruh Mela-Mela sperma Pak James bersih. Kontol Pak James kemudian mengecil didalam mulutnya.

Pak James yang sudah mencapai orgasme kemudian turun dari meja.

“Kamu puas sayang dengan serviceku” tanya Bu Imelda.

“Puas sekali, kamu pitar sayang” puji Pak James sambil tersenyum.

“Gantian sayang, sekarang giliranmu memberiku kepuasan” pinta Bu Imelda.

Bu Imelda melepaskan gaunnya, juga pakaian atasnya, hingga dia telanjang bulat. Astaga ternyata Bu Imelda tak memakai apa-apa dibalik gaunnya. Aku dapat melihat dengan jelas lekuk tubuh mulusnya, putih bersih, ramping dan sexy dengan buah dada yang besar dan padat, juga bentuk memeknya yang indah dihiasi bulu-bulu yang dicukur tipis dan rapi.

Bu Imelda kemudian naik keatas meja, kakinya diselonjorkan kelantai. Pak James mendekatinya. Memek Bu Imelda diusap-usp dengan tangannya. Jari-jarinya dimasukkan, mencucuk-cucuk memek Bu Imelda. Bu Imelda menjerit nikmat.

“Isep sayang, isep memekku sayang” pinta Bu Imelda menghiba.

Pak James menurunkan wajahnya mendekati selangkangan Bu Imelda. Lidahnya dijulurkan kememek Bu Imelda. Disibaknya bibir memek Bu Imelda dengan lidahnya. Pak James mulai menjilati memek Bu Imelda.

“Oohh.. truss.. sayang.., jilatin terus.., akhh” Bu Imelda mendesah.

Pak James dengan lihainya memainkan lidahnya dibibir memek Bu Imelda. Dihisapnya memek Bu Imelda dari bagian luar kedalam. Memek Bu Imelda yang merah dan basah dicucuk-cucuknya. Kelentitnya disedot-sedot dengan mulutnya.

“Oohh.., enakk.., truss.., truss.., sayang” jerit Bu Imelda.

Hampir seluruh bagian memek Bu Imelda dijilati Pak James. Tanpa sejengkalpun dilewatinya.

“Akkhh.., akuu.. mauu.. ke.. keluar.. sayang” erang Bu Imelda.

Memeknya berkedut-kedut. Otot-otot memeknya menegang. Dijambaknya rambut Pak James, dibenamkannya keselangkangannya.

“A.. akuu.., keluarr.., sayang” Bu Imelda menjerit histeris ketika mencapai orgasme. Memeknya sangat basah oleh cairan spermanya. Pak James menjilati memeknya hingga bersih.

“Kamu puas Mel?” tanya Pak James pendek.

“Belum! Entot aku sayang, aku ingin merasakan kontolmu” pinta Bu Imelda.

“Maaf Mel! Aku tak bisa, aku harus pulang”.

“Nanti istriku curiga, aku pulang sore” sahut Pak James menolak.

“Kamu pengecut James! Dikasih enak aja takut!” kata Bu Imelda jengkel.

Matanya meredup, memohon pada Pak James. Pak James tak mempedulikannya. Dia mengenakan celananya, kemudian berlalu meninggalkan Bu Imelda yang menatapnya sambil memohon. Ini kesempatanku! Pikirku dalam hati. Nafsu birahiku yang sudah memuncak melihat mereka saling isap, ingin disalurkan.

Setelah Pak James berlalu, kudekati Bu Imelda yang masih rebahan diatas meja. Kakinya menggantung ditepi meja. Dengan hati-hati aku berjalan mendekat. Kulepaskan baju seragamku, juga celanaku hingga aku telanjang bulat. Kontolku yang sudah menegang, mengacung dengan bebasnya.

Sampai didepan selangkangan Bu Imelda, tanganku meraba-raba paha mulusnya. Rabaanku terus keatas kebibir memeknya. Dia melenguh. Kusibakkan bibir memeknya dengan tanganku. Kuusap-usap bulu memeknya. Kudekatkan mulutku keselangkangannya. Kujilati bibir memeknya dengan lidahku.

“Si.. siapa.., kamu” bentak Bu Imelda ketika tahu memeknya kujilati.

“Tenang Bu! Saya Ken murid Ibu! Saya Ingin memberi Ibu kepuasan seperti Pak James” sahutku penuh nafsu.

Bu Imelda tidak menyahut. Merasa mendapat angin segar. Aku semakin berani saja. Nafsu birahi Bu Imelda yang belum tuntas oleh Pak James membuatnya menerima kehadiaranku. Aku melanjutkan aktivitasku menjilati memek Bu Imelda. Lubang memeknya kucucuk dengan lidahku. Kelentitnya kusedot-sedot.

“Oohh.., truss.. Ken.., truss.. isep.. sayang” pintanya memohon.

Hampir setiap jengkal dari memek Bu Imelda kujilati. Bu Imelda mengerang menahan nafsu birahinya. Kedua kakinya terangkat tinggi, menjepit kepalaku. Lima belas menit berlalu aku menyudahi aktivitasku. Aku naik keatas meja. Aku berlutu diatas tubuhnya. Kontolku kuarahkan kemulutnya. Kepalanya tengadah. Mulut terbuka menyambut kehadiran kontolku yang tegang penuh.

“Wow! Gede sekali kontolmu!” katanya sedikit terkejut.

“Isep Bu! Isep kontolku!” pintaku.

Bu Imelda mulai menjilati kepala kontolku, terus kepangkalnya. Pintar sekali dia memainkan lidahnya.

“Truss.. Buu.. teruss.., isepp” aku mengerang merasakan nikmat.

Bu Imelda menghisap-isap kontolku. Kontolku keluar masuk didalam mulutnya yang penuh sesak.

“Akuu.. tak.., tahann.., sayang! Entot aku sayang” pintanya.

“Ya.., ya.. Buu” sahutku.

Aku turun dari meja, berdiri diantara kedua pahanya. Kugenggam kontolku, mendekati lubang memeknya. Bu Imelda melebarkan kedua pahanya, menyambut kontolku. Sedikit demi sedikit kontolku memasuki lubang memeknya. Semakin lama semakin dalam.

Hingga seluruhnya amblas dan terbenam. Memeknya penuh sesak oleh kontolku. Aku mulai mengerakkan pantatku maju mundur. Klecot!Klecot! Suara kontolku ketika beradu dengan memeknya.

“Ooh.., nik.. matt.., sayang.., truss” Bu Imelda mendesah.

Kuangkat kedua kakinya kebahuku. Aku dapat melihat dengan jelas kontolku yang bergerak-gerak maju mundur.

“Ooh.., Buu.., enakk.. banget.., memekmu.., hangat” desahku.

Sekitar tiga puluh menit aku menggenjotnya, kurasakan memeknya berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.

“Akuu.., tak.. tahan.., Ken, aku.. mau.. keluarr” jeritnya.

“Tahan.. Buu.., aku.. masih tegang” sahutku.

Dia bangun duduk dimeja memegang pinggangku erat-erat, mencakar punggungku.

“Akkhh.., akuu.. keluar” Bu Imelda menjerit histeris.

Nafasnya memburu. Dan kurasakan memeknya sangat basah, Bu Imelda mencapai orgasmenya. Ibu guruku yang sudah berumur 37 tahun menggelepar merasakan nikmatnya kusetubuhi. Aku yang masih belum keluar, tak mau rugi. Kucabut kontolku yang masih tegang. Kuarahkan kelubang anusnya. Kedua pahanya kupegang erat.

“Ja,.jangan.., Ken” teriaknya ketika kepala kontolku menyentuh lubang anusnya.

Aku tak memperdulikannya. Kudorong pantatku hingga setengah batang kontolku masuk kelubang anusnya yang sempit.

“Aow! Sakitt.. cabutt.., Ken.., aku.. sakitt.. jangan” teriaknya keras.

http://www.ceritasexterpanas.com/ — Kusodok terus hingga seluruh batang kontolku amblas. Kemudian dengan perlahan tapi pasti kugerakkan pantatku maju mundur. Teriakan Bu Imelda mengendor. Berganti dengan desahan-desahan dan rintihan kecil. Bu Imelda sudah bisa menikmati sentuhan kontolku dianusnya.

“Jadi dicabut ngga Bu” candaku.

“Jangan sayang, enak banget” katanya sambil tersenyum.

Kusodok terus lubang anusnya, semakin lama semakin cepat. Bu Imelda menjerit-jerit. Kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Aku semakin mempercepat sodokanku ketika kurasakan akan mencapai orgasme.

“Buu.., akuu.. mauu.. ke.. keluarr” aku melolong panjang.

“Akhh.. akuu juga sayang” sahutnya.

Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat banyak dilubang anusnya. Kutarik kontolku. Kuminta dia turun dari meja untuk menjilati kontolku. Bu Imelda menurutinya. Dia turun dari meja dan berlutut dihadapanku. Kontolku dikulumnya. Mela-Mela spermaku dijilatinya sampai bersih.

“Kamu hebat Ken, aku puas sekali” pujinya.

“Aku juga Bu” sahutku.

“Baru kali ini memekku dimasuki kontol yang sangat besar” katanya.

“Ibu mau khan terus menikmatinya” kataku.

“Tentu sayang” jawabnya sambil berdiri dan mengecup bibirku.

Kami beristirahat sehabis merengkuh kenikmatan. Kenikmatan selanjutnya kudapatkan dirumahnya. Bu Imelda, guruku ternyata hiperseks. Dia kuat sekali ngentot. Satu malam bisa sampai empat kali karena dia hiperseks. Selanjutnya Bu Imelda menjadi salah satu koleksi cewek-cewek hiperseks yang pernah kutiduri.

Kapanpun aku mau, dia tak pernah menolaknya. Dan yang paling dia sukai adalah disodomi. Dia yang seorang hiperseks juga menyukai pesta seks.


Originally published at www.ceritasexterpanas.com on August 15, 2017.