Justin Bieber vs Freddie Mercury

Dosa bukan dimulai saat kau mencintai Justin Bieber, melainkan saat kau tak tau siapa Freddie Mercury.

Ada semacam kegelisahan ketika mengingini Somebody to Love -Queen- tapi yang ter-suggest di Youtube adalah Justin Bieber. Suggest dari Youtube ini menunjukan bahwa Justin Bieber berada di urutan teratas dalam pencarian keywordSomebody to Love”. Miris.

Suggest List YouTube “Somebody to Love”

Suggest list di Youtube ini berbanding lurus dengan hasil survey kecil-kecilan saya mengenai pengetauan musik generasi sekarang. Pernah sekali saya menanyai beberapa teman mengenai “Siapa Freddie Mercury?” sebagian besar dari mereka tidak tau, dan rata-rata dari mereka memiliki selera musik yang buruk! Penilaian ini tentu sangat personal, tapi melihat song list mereka ketahuan jika referensinya tidak jauh dari playlist Prambors. Yang populer sebulan-dua bulan lalu terlupakan.

Mujizat Tuhan apa yang menyertai mereka ? sehingga bisa merilis lagu pada tanggal 12 November 1976 dan masih dinyanyikan hingga saat ini?

Pasti pernah melihat ada satu keluarga nongkrong di mall untuk nonton live music classic rock. Bapak dan anak pakai kaos hitam-hitam lambang band, lalu berdua mulutnya nganga pas lagu udah sampai ref “ woooooo…woooo…uwoooo…..sweetchild o’ mine” Lagu era itu bisa membuat mahkluk lintas generasi duduk dan mengumandangkan kalimat yang sama. Indah bukan? Apa mungkin pemandangan ini bisa terjadi saat peformer membawakan Sorry dari Justin Bieber? Saya rasa tidak.

Saya merasa beruntung tumbuh di lingkungan yang ketika ada lagu Somebody to Love, semua berlaga layaknya Freddie Mercury. Kualitas musik yang diciptakan memaksa saya harus jatuh cinta, sehingga terpaksa rindu jika harus tak mendengar alunanya. Kerinduan ini biasa diwujudkan dengan frasa “Somebody to Love asik nih”. Jujur saja, saya tak bisa membayangkan jika 20 tahun lagi segerombolan anak muda berkendara di ruas Tol Cipularang dan bercuit “Anjay… Justin Bieber… udah lama banget gak dengerin lagu dia”.

Bukan bermaksud untuk membenci Justin Bieber , tapi orang seperti ini tidak seharusnya ada di kancah musik dunia. Lirik yang dangkal , harmoni musik template, dan lip sync saat live. Kebedebahan apa lagi yang kau dustakan?

Era digital membuat semua menjadi mudah, termasuk menjadi musisi. Semudah download Smule dan mulai bernyanyi.

Sampai sekarang saya masih bingung, mengapa versi Justin Bieber lebih populer dibanding Queen. Apa semua ini pengaruh dari tampilan fisik?

Freddie Mercury dalam video clip Somebody to Love
Justin Bieber dalam video clip Somebody to Love

Kalau memang itu alasanya, berarti wajar.

Serpong, 1 Mei 2017.