happy yang masih saja menggunakan ending . (1)

Sudah lama sekali …

Kataku sambil menyetir mobil berwarna hitam “ Kita sudah sampai, kira-kira kita harus parkir dimana biar tak banyak orang yang melihat kita kesini..? “

katamu yang selalu terlihat cantik dengan menggunakan baju babydols bermotif bunga kecil berwarna hijau dan biru“ Ditempat biasa aja, disana tidak ada yg melihat kita bukan..? “

Kataku sambil menyetir mobil berwarna hitam “ Iya, kalau kau mau begitu, tapi bagaimana kalau kau kuantar dulu ke depan lalu aku memarkirkan mobil disini..? “ Sambil mengelus pipimu untuk yang ke 13 kali di hari ini.

Katamu yang selalu terlihat cantik dengan menggunakan baju babydols bermotif bunga kecil berwarna hijau dan biru “ Tidak apa, kita pergi bersama dari sini..”

Kataku sambil menyetir mobil berwarna hitam “ Iya, tunggu sebentar …“

Maaf aku harus menyebut “ Kita “ setelah ini.

Kita pun berjalan kaki meninggalkan mobil yang sudah diparkirkan dibelakang. Kita sudah sampai digedung itu, aku meminta ijin pergi sebentar kepadamu untuk membeli beberapa permen karet kesukaanmu dan beberapa bungkus rokok hijau menthol untuk kita. Setelah itu kita berjalan naik melewati tangga kira-kira ada 24 anak tangga. aku berjalan tepat dibelakangmu sambil memperhatikan tubuh indahmu.

Continue …

Aku suka ketika mencium bibirmu yang masih tercium segar aroma permen karet yang tidak henti kau kunyah.
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.