Mungkin Saja, Aku yang Beda
Oktober, 2018
Bagaimana bisa kau menyebut semua laki-laki itu sama saja?
Padahal, kau bilang aku berbeda dengan yang lainnya.
Bagaimana bisa kau menyebutku aku terlalu baik?
Padahal, dirimu lah yang menyuruhku untuk berputar balik.
Oh, aku tahu. Mungkin saja aku berbeda, aku yang tak biasa. Bertahan layaknya daun di ujung ranting di musim panas. Menggelayut sayu pada tangan kecil, bernama harapan.
Hei.. Ini sudah setahun, dan kau tau apa yang Tere Liye bilang? “Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin..“ dan katanya lagi “Yang patah tumbuh, yang hilang berganti”. Kau pikir aku percaya? Apa ini semua tidak membuktikannya?
