From Backend-Dev to User Experience & UI Design

Sengaja judulnya pake bahasa inggris biar pendek nulisnya. Hmm… ini lumayan berat sih. Memperbanyak porsi belajar User Experience dan UI Design ketimbang memperdalam technical di Backend. Ini bukan kemauan sendiri sebenernya, karena kebutuhan perusahaan sendiri *cieee.. *uhuk demi membuat lebih baik dan produktif.

Kebetulan sebagai co-founder kelaskita.com dimana saya sendiri merasa perkembangan kelaskita.com sangatlah stagnan, pergerakannya tidak pesat. Perlu improvisasi dari sisi produk yang di bangun. Entah itu dari supply content, peningkatan trafic, user experience atau user interface yang cocok untuk kalangan balita sampai tua bergaya. Tujuan kelaskita.com pada dasarnya ingin menjadi platform yang mudah di gunakan dalam proses belajar dan mengajar. Tapi sampai saat ini, pesan itu masih belum tersampaikan. Yap, terbukti dari hasil survey ke 1.000.000 orang (halah lebay), beberapa orang menganggap kalau kelaskita.com adalah ruang****, atau “masih ribet nih ngatur waktu ngajar nya”. Bahkan ada yang sering bilang mirip kita**** ya ? (ini beneran)pffft

Yah mungkin ini akibat dari kurangnya persaingan di kerajaan starap edukasi, dan kurang nya kolaborasi dari kami untuk menciptakan pasar edukasi yang lebih bae.

Hal yang sering saya pelajari pas masih makan porsi banyak di Backend-dev adalah User Experience (UX). Dari hasil belajar berabad-abad tentang UX, ada dua hal yang saya dapat.

  1. Bagaimana menciptakan sebuah User Experience pada produk yang kita buat
  2. Bagaimana caranya mengadaptasi produk yang kita buat dengan pengguna yang sudah menggunakan produk yang mirip.

Dua hal itu yang sering saya cari tau, sebenarnya kelaskita.com ini masuk ke point nomer berapa. Satu ? Dua ? atau dua-dua nya.

http://blog.exitbee.com/wp-content/uploads/2016/10/user-experience.png

Sudah dua bulan mempelajari tentang UX dan UI Design, dua hal yang berbeda tapi merupakan satu kesatuan. Ya itung-itung mengasah soal citarasa soal design. Walaupun kurang bakan memadu padankan warna-warna di dunia ini. Beberapa buku yang saya baca dan coba pelajari yaitu dari buku yang judulnya Don’t Make Me Think, Sprint dan Hooked. Tapi belum beres semuanya di baca. Hanya beberapa lembar saja. Nanti saya baca sampai beres kalau mood nya sedang bagus.

Oh iya, sempet berdiskusi dengan orang sandgrid pas ikut acaranya RISE Conference di Hong Kong pas 2016 tahun lalu. Doi bilang, kalau UX itu salah satu alat untuk marketing yang ideal dan ogut cukup setuju dengan statement doi. Dan saya coba pelajar bagaiman cara men drive user yang menggunakna kelaskita.com hingga sesuai dengan visi dan misi kamu dari awal.

Semoga tahun ini bisa memperbaiki produk kelaskita.com dengan lebih baik dan bisa membantu banyak orang. :D

Btw, kalau pembaca dan kawan-kawan yang saya cintai punya masukan disisi fitur, UI, UX untuk kelaskita.com bisa curhatin ke email saya di indra ed kelaskita.com nanti saya teraktir kopi deh kalau ketemu. :)