Kepada Sajak Bernama Sahana

malam semakin pekat,gelap
aku takut makin tersesat
sedang jalan yang akan kutempuh masih jauh, 
entah.. kaki ini kuat mengayuh
Atau hanya menjadi sumber peluh

Sahana, peluk apa yang meniadakan sepi selainmu?

Kau datang membawa angin merubah arah mata ingin 
Dan senyummu pada malam itu juga melemah pasrahkan kewarasan 
Diam - diam aku sudah menggilaimu

Sahana, lepas sudah keterikatanku kepadamu, aku mohon. 
sebab jalanku masih belum usai oleh usia

Lihat perkampungan dibelakang kampusmu
Penuh kamar berbilik balik 
Bayangkan kepalaku adalah tempat menampung banyak manusia 
Aku menempatkanmu dikamar paling rahasia; hanya aku yang bisa mengenangmu demi menghidupi rindu yang sudah lama mati