Masa Silam

Malam terkantuk - kantuk.
Bulan terlihat mengutuk kesepiannya lalu ia memanggil hujan; mengaburkan sepi

“Rindu ini tidak sesesak dulu”
Jangan berkata dulu dan sekarang
Katanya dengan mata mengutuk

Mata dan suara dingin sudah bergantian
Memenuhi hatiku yang kesepian;
merindukan kehangatan yang (dulu)
pernah kami rasakan

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Trilaya’s story.