Oh Wangimu Taman Kembang
Kita lupakan status masing masing sejenak, menikmati kerinduan yang menganga.
Dadaku tempat ternyaman sandaran kepalamu dari beban menekan. Saling tukar cerita, menyatukan aku dan kau menjadi kita.
Kita Lepas dulu keterikatan dunia yang semakin gila, kopi hitam ini, rintik hujan.
Lalu aku pulang pada bibir merah yang kau punya, membuka kamar bibir merah merona.
Oh wangimu taman kembang, matamu danau, rambutmu gemobang laut, lehermu setegak langit, susumu merah muda.
Oh tubuhmu ...
Sesekali kau menggoda kelelakianku, gelitik dengan jemarimu...
aku tak kuasa lagi, kelelakianku menantang pandang.
Dan kau melelehkan segalanya.
Aku mencintaimu sayang, kulayangkan bibirmu pada dahi, pada bibir pada leher pada payudara, pada perut serta pada lubang kenikmatanmu