Temuilah Cinta
Sebelum mendapat segala ilmu kesaktian, aku dipertemukan dengan guru yang mengajari perihal cinta. Tak tanggung, Gusti tidak hanya mempertemukanku dengan seorang guru, namun banyak guru. Beliau selalu berkata bahwa Cinta bukan hanya kepada lawan jenis atau sesama makhluk lebih, dari itu.
"Hiruplah udara dengan pelan nak, lalu rasakan betapa alam mencintaimu tanpa syarat. Cinta itu mendewasakan, bukan menyakitkan ia hanya cinta tidak ada embel - embel syarat ini itu untuk mencintai sesuatu"
Seperti itu juga bisa diterapkan ke sesama atau ke lawan jenis misalnya. Benar saja setelah guru saya berkata seperti itu, alam mencoba pengetahuan dengan menyetorkan gadis yang pada saat itu aku harus mencintainya. Degup - degup jantung itu semakin kuat.
Karena memang kita bisa mencintai tapi tidak bisa memaksa untuk menerima timbal balik cinta, aku harus puas sudah bisa mencintainya dengan hanya diam. Sedikitpun aku tidak mengutarakan perasaanku kepadanya. melihatnya dari jauh, mendengar ceritaya perihal kekasih hatinya dengan serius adalah kebahagiaan.
Seorang teman berkata; ah itu hanya obat penyembuh luka jika ada yg berkata kalau mencintai tidak harus memiliki. Temanku itu tidak salah, tapi ia hanya belum pernah merasakan apa yang aku rasakan saat ini, ia juga belum bertemu dengan orang yang dengan tulus mengajari hal cinta.
Semua itu ada, bukan hanya dalam cerita lama yang dibuat - buat untuk membuat cerita lebih berwarna. Carilah guru itu.. Ia ada dibanyak tempat, temui dengan cinta...