Bahagia sebagai Programmer? Mustahil!

image source

Jujur saja, menjadi programmer / software engineer itu memang penuh tekanan batin, apalagi ketika ada suatu program yang kita tulis tapi tidak sesuai dengan apa yang kita mau (bug).

Kita musti tahu bahwa skill yang kita miliki ini adalah sebuah super-power. Bagaimana tidak, kamu dapat merealisasikan apa yang ada dalam kepalamu dalam bentuk tulisan (code) yang nantinya akan bisa menjadi sebuah software / aplikasi, yang bisa dipakai berjuta-juta orang.
Amazing, isn’t it?

Dengan memiliki kemampuan yang seperti sihir tadi, sayang sekali rasanya jika tidak kamu bagikan kepada dunia. Bukankah berbagi ilmu itu salah satu amalan yang tidak terputus meskipun kita telah meninggal dunia?

Mungkin kamu merasa bahwa belum cukup kemampuan, atau merasa belum percaya diri saat berbicara di depan banyak orang. Kuncinya hanya ada satu, mulailah dari hal terkecil, kita musti bertumbuh, setiap orang yang kamu anggap master di bidangnya saat ini, dulunya juga adalah seorang pemula.

Every master was once a beginner — Robin Sharma

Research menunjukkan bahwa salah satu “resep” untuk bahagia adalah Meaning — memiliki tujuan lebih tinggi dari dirimu sendiri.
Biarkan saya bercerita supaya kamu lebih paham.

Di suatu cafe ada 3 orang Programmer yang lagi asyik dengan laptopnya, 
ketika ditanya: “Kamu lagi ngapain?”.
Yang pertama menjawab: “Aku lagi ngoding”.
Yang kedua menjawab: “Aku lagi bikin website e-commerce”.
Yang ketiga menjawab: “Aku lagi bantu orang-orang untuk belanja dengan mudah dan murah”.

Do you see the differences?
Orang yang pertama melakukan itu untuk bekerja, sedangkan orang yang kedua menjadi programmer untuk berkarir, lain halnya dengan orang yang ketiga, karena ia sedang berkarya. Dan tak hanya itu, ia melihat dirinya sebagai bagian dari sesuatu yang besar, dan berusaha untuk mencapainya.

And it is very difficult to have a meaningful life without meaningful work— Jim Collins

Seperti yang kita tahu, menjadi seorang programmer memang membutuhkan resources otak yang lumayan banyak. Kamu ingin tahu bagaimana cara untuk bahagia sekaligus menyehatkan otak? Bermainlah video games, seriously!

Ada sebuah studi di Molecular Psychiatry. Disitu telah ditemukan adanya penambahan gray area di hippocampus dengan bermain game ber-genre 3D Platformers seperti Super Mario 3D World atau Yooka-Laylee.

For your information, hippocampus adalah bagian otak yang membantu orang-orang untuk mengorientasikan mereka (memori spasial) dan untuk mengingat pengalaman masa lalu (memori episodik). Lebih banyak gray area di hippocampus berarti otak yang lebih sehat.

Kita tadi sudah membahas 3 hal untuk bahagia sebagai seorang programmer: Sharing knowledge, do meaningful work, play hard. Dan saya harap kamu bisa lebih bahagia setelah membaca tulisan ini. Terima kasih.

Like what you read? Give Lutfi Dwica a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.